Payudara Meradang Tak Halangi Ibu Ini Susui Bayinya

Payudara Meradang Tak Halangi Ibu Ini Susui Bayinya

- detikHealth
Kamis, 05 Mar 2015 13:35 WIB
Payudara Meradang Tak Halangi Ibu Ini Susui Bayinya
Littlehampton, Inggris -

Meskipun praktik menyusui belum dikenal luas di Barat, ibu ini mengaku sangat bangga karena bisa menyusui ketiga putranya sampai tuntas. Ia tak peduli meskipun hampir terenggut nyawanya karena sempat mengalami keracunan darah akibat mastitis.

Dua tahun lalu, saat tengah sibuk memberikan ASI eksklusif kepada anak ketiganya, Cassandra terserang mastitis. Kondisi ini terjadi pada 1 dari 10 ibu menyusui karena saluran air susunya tersumbat, sehingga ASI menjadi menumpuk dan mengakibatkan peradangan yang menyakitkan.

Faktor penyebab mastitis sendiri cukup beragam, mulai dari bayi yang tidak menghisap payudara ibunya dengan baik atau bayi yang tidak disusui secara teratur. Mastitis juga dapat disebabkan oleh tekanan dari bra yang terlalu ketat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Cassandra tahu betul apa yang terjadi padanya, sebab ketika masih menyusui anak pertama dan keduanya, Shikiera dan Miles, ia juga mengalami mastitis. "Payudara saya mengeras, diikuti dengan nyeri di sekujur tubuh. Lalu saya ke dokter dan diberi antibiotik. Dalam beberapa hari, sakit ini pun hilang," ungkap Cassandra seperti dikutip dari Daily Mail, Kamis (5/3/2015).

Tak heran ketika anak ketiganya lahir dan ia mengalami gejala serupa, ia langsung tahu bahwa mastitis menyerangnya kembali. Setelah melihat riwayatnya, dokter tak ragu memberinya antibiotik. Namun berbeda dengan dua kasus sebelumnya, Cassandra tidak sembuh begitu saja setelah meminum antibiotik.

"Rasanya seperti kena flu berat, ada demamnya, kemudian pening dan nyeri di seluruh tubuh. Saya hanya bisa berbaring dan menutup tubuh dengan selimut," kisahnya. Beruntung sang suami, Wayne bisa membantunya mengurus ketiga anak mereka.

Selain itu, Cassandra tetap keukeuh menyusui anak ketiganya, Jensen. Sebab dari sekian banyak literatur yang ia baca dikatakan bahwa cara terbaik untuk meredakan penyumbatan akibat mastitis adalah dengan menyusui.

Namun tiga hari setelah terserang mastitis, kondisi Cassandra justru makin memburuk. Bahkan ia sempat tak sadarkan diri. Melihat hal ini, anak pertamanya langsung mengambil termometer dan terkejut mengetahui bahwa ibunya mengalami demam tinggi. Dan dalam keadaan setengah sadar, Cassandra kemudian menelepon dokter dan memanggil taksi.

"Sesampainya di rumah sakit, saya hampir tak bisa bicara dan mulai berhalusinasi. Tapi saya sempat mendengar dokter berkonsultasi dengan dokter lain dan menyebutkan kata sepsis. Saya ketakutan karena kata itu sangat serius," paparnya.

Baca juga: Payudara Sering Disentuh Bisa Sebabkan Infeksi, Benarkah?

Cassandra lalu dilarikan ke bangsal khusus dan dipantau kondisi jantungnya. Ia juga dipasangi beberapa infus, yang salah satunya berisi antibiotik cair. Dari hasil tes dipastikan bahwa ibu berusia 34 tahun itu menderita sepsis atau keracunan darah.

Bakteri yang menyebabkan mastitis pada Cassandra ternyata sudah mencapai pembuluh darahnya. Menurut Dr Ron Daniel dari UK Sepsis Trust, bila kondisi ini tidak segera ditangani, pasien bisa mengalami kegagalan organ hingga kematian.

"Kuncinya ada di antibiotiknya. Bila di satu jam pertama antibiotik segera diberikan maka peluang hidupnya bisa dua kali lipat. Sebaliknya, untuk setiap jam keterlambatan, risiko kematiannya bisa mencapai 8 persen," terang Dr Daniels.

Beruntung setelah lima hari, Cassandra sudah diperbolehkan pulang, walaupun payudaranya masih terasa nyeri. Hebatnya, sang ibu tetap berkomitmen untuk memberikan ASI eksklusif kepada putranya. "ASI adalah makanan terbaik untuk bayi saya, jadi saya takkan biarkan mastitis menghalanginya," tegas Cassandra.

Janet Fyle, seorang perawat dan konselor ASI dari Royal College of Midwives mengungkapkan untuk mencegah mastitis, ibu sebaiknya memastikan bahwa bayi mereka menghisap payudaranya dengan benar. Si ibu juga diminta mengenakan bra yang nyaman dan mendapatkan istirahat yang cukup sehingga sistem kekebalannya terjaga.

"Kalau merasa terkena mastitis, segera hubungi dokter karena risiko infeksi dan absesnya yang harus ditangani dengan cepat," sarannya.

Baca juga: Saat Ibu Sulit Menyusui, Jangan Buru-buru Pilih Donor ASI

(lil/vta)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads