DR dr Ahmad Suryawan SpA(K) menuturkan konsep gut brain axis yakni bagaimana sirkuit otak berkomunikasi dua arah dengan sistem pencernaan. Di dua tahun pertama kehidupan, empat kemampuan dasar anak dibentuk dengan menggunakan sirkuit otak yang berhubungan dengan masa krisis tatanan biota di saluran cerna anak.
"Otak beratnya cuma 1.500 gram, tapi sistemnya rumit. Ada 2 unsur tatanan sel dengan jaringan sirkuit, kemudian kelistrikannya (sito-anatomi dan signalling), kalau di saluran cerna sito anatomi-mikrobiota. Mikrobiota di usia anak-anak itu banyak jenisnya, pada anak baru lahir mikrobiota mengeluarkan hormon sendiri dan memberi sinyal masing-masing ke otak," tutur pria yang akarab disapa dr Wawan ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hal tersebut ia sampaikan di sela-sela talk Show Happy Tummy Council 'Saluran Çerna Sehat, Bekal Anak Cerdas' di Mandarin Oriental Hotel, Jl MH Thamrin, Jakarta, Senin (16/3/2015). Bahkan, menurut pengalaman dr Wawan, ia menemukan anak yang overewigth di usia 10 tahun, susunan mikrobiota di usia 3 bulan lebih sedikit.
Baca juga: Bermain Sambil Asah Kemampuan Motorik Anak? Bisa, Ini Caranya
Kemudian, ada pula anak yang mengalami gangguan perilaku di usia 15 tahun, susuanan mikrobiota di 6 bulan pertamanya berbeda dengan anak yang tidak mengalami gangguan perilaku. Sehingga, dengan kata lain dr Wawan menuturkan otak bisa mengatur pencernaan, begitupun sebaliknya. Nah, di tengah-tengah komunikasi otak dan saluran cerna tersebut dr Wawan menuturkan dibutuhkan peran orang tua dan pemberian nutrisi yang baik sehingga otak dan saluran cerna bisa nyaman.
"Periode kritis tumbuh kembang tiap anak berbeda. Tapi umumnya di dua tahun pertama kehidupan. Sirkuit otak anak sudah terbentuk 80% di usia 2 tahun, di usia 5 tahun sudah 95% dan sisanya saat berusia di atas 6 tahun. Jangan salah, gut brain axis ini bisa dipupuk sejak hamil. Caranya? kontrol rutin kehamilan, hamillah yang nyaman, bebas stres. Segera IMD ASI eksklusif kemudian kembangkan pola asuh responsif," papar dr Wawan.
Baca juga: Meski Sebentar, Quality Time Penting untuk Jaga Kedekatan Anak dan Ortu
(rdn/vta)











































