Selasa, 14 Apr 2015 12:09 WIB

Pentingnya Melatih Motorik Bayi lewat Merangkak

- detikHealth
Ilustrasi (Foto: Thinkstock) Ilustrasi (Foto: Thinkstock)
Yogyakarta -

Banyak orang tua mengira anak lebih baik langsung bisa berjalan daripada harus merangkak terlebih dahulu. Padahal merangkak adalah bagian penting dari melatih motorik anak, sebelum akhirnya ia bisa berjalan.

Psikolog sekaligus pakar stimulasi anak, Irene F Mongkar menerangkan merangkak melatih keseimbangan dan konsentrasi anak.

"Jadi kalau anak tidak merangkak dulu, nanti biasanya akan terjadi gangguan," katanya dalam acara Prenagen Pregnancy Educational Journey yang diselenggarakan di Hotel Royal Ambarrukmo Yogyakarta, dan ditulis Selasa (14/4/2015).

Irene kemudian memaparkan berbagai risiko yang dihadapi bayi yang tidak melewati tahapan merangkak antara lain:
- Kurang bisa berkonsentrasi
- Tidak mudah fokus
- Tulisan tangan jelek
- Mudah jatuh
- Tidak suka membaca
- Kesulitan dalam memahami segala hal yang berbentuk tiga dimensi

Baca juga: Bermain Sambil Asah Kemampuan Motorik Anak? Bisa, Ini Caranya

Itulah mengapa anak dengan cedera otak seperti sindroma down cenderung berjalan dengan koordinasi tangan dan kaki yang tidak sesuai, lanjut Irene, karena biasanya anak dengan cedera otak tidak melewati fase ini.

"Namun anak dengan cedera otak yang merangkak mengalami perkembangan yang lebih baik daripada yang tidak merangkak," imbuh psikolog yang akrab disapa Bubun tersebut.

Bayi biasanya sudah mulai bisa merangkak di usia 6-10 bulan, sebab pada rentang usia tersebut pergerakan tangan dan kaki bayi mulai membaik sehingga harus dimobilisasi agar ia belajar bagaimana mengkoordinasikan keduanya.

"Mulailah dengan membantunya merayap. Yang terpenting selalu letakkan bayi dalam posisi tengkurap," saran Bubun.

Dengan begitu ia berlatih mengangkat tubuhnya, begitu juga dengan kepalanya. Bubun menambahkan, bila bayi dibiasakan dalam posisi seperti ini bentuk kepalanya juga akan lebih bagus (lebih bundar) sehingga otaknya lebih berkembang.

Bubun juga mengingatkan memberikan stimulasi kepada bayi janganlah tergesa-gesa. Biarkan bayi berkembang sesuai dengan usianya. "Kalau orang tuanya emosi dengan bayi yang susah makan atau susah distimulasi, kadang diguncang. Inilah yang memicu shaken baby syndrome, dan kepalanya bisa trauma. Ini tidak dibenarkan," tegasnya.

Baca juga: Sering Tidur Telentang Membuat Kepala Belakang Bayi Jadi Rata

Seperti dikutip dari All Parenting, untuk mendorong agar bayi bisa merangkak, perbanyak kesempatan bagi bayi untuk bermain di lantai dan kurangi penggunaan kereta bayi atau ayunan. Taruh mainan kesukaan bayi di luar jangkauannya, ini juga mendorong bayi untuk menggerakkan tubuhnya dan merangkak demi meraih mainannya.

(lil/vit)