Talk Test, Cara Mudah Ukur Intensitas Olahraga yang Dilakukan Anak

Talk Test, Cara Mudah Ukur Intensitas Olahraga yang Dilakukan Anak

Radian Nyi Sukmasari - detikHealth
Kamis, 23 Apr 2015 14:01 WIB
Talk Test, Cara Mudah Ukur Intensitas Olahraga yang Dilakukan Anak
ilustrasi: Thinkstock
Jakarta - Anak-anak usia 6-12 tahun dianjurkan berolahraga minimal satu jam setiap hari sebagai salah satu bentuk aktivitas fisiknya. Mereka juga dianjurkan berolahraga dengan intensitas sedang hingga berat.

Nah, untuk mengukur apakah anak sudah berolahraga dengan intensitas sedang hingga berat, memang paling tepat dengan mengukur nadi. Namun, hal tersebut cukup sulit dilakukan. Tapi, ada cara lain yang bisa dilakukan orang tua yakni dengan talk test.

"Kalau intensitasnya rendah, anak masih bisa disuruh bicara dan nyanyi. Kalau dikasih skala olahraganya dari 1-10 nilainya di bawah 5. Olahraga intensitas rendah itu misalnya jalan kaki dan sepeda santai," tutur dr Sophia Hage, Residen Kedokteran Olahraga Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hal itu ia sampaikan di sela-sela Workshop 'Pola Aktivitas dan Gizi Seimbang untuk Tumbuh Kembang Anak yang Optimal' di Double Tree Hotel, Cikini, Jakarta Pusat, Kamis (23/4/2015). Untuk olahraga intensitas sedang, lanjut dr Sophia, anak bisa bicara tanpa terengah tapi sudah tidak bisa disuruh menyanyi.

Baca juga: Anak Demam, Kapan Sebaiknya Diberi Obat Penurun Panas?

Skala beratnya olahraga pun berkisar di nilai 5-6. Contoh olahraga dengan intensitas sedang yaitu jalan cepat, jogging, dan bersepeda dengan kecepatan sedang. Nah, ketika anak melakukan olahraga berintensitas berat, ia sudah tidak bisa bicara dan bernyanyi.

"Skalanya di atas angka 6. Contoh olahraga dengan intensitas berat yaitu lari. Untuk tipe olahraganya, baiknya gabungan dari aerobik misalnya jalan, ditambah latihan kekuatan otot," lanjut dr Sophia.

Selain jalan, tipe olahraga aerobik bisa berupa lari, berenang, bersepeda, senam, dan olahraga permainan. Untuk olahraga permainan, dr Sophia tidak murni aerobik dan tipe ini menjadi tipe olahraga paling baik untuk anak. Sebab, anak akan senang berkompetisi. Selain itu, anak juga bisa melatih kekuatan ototnya.

"Sedangkan olahraga untuk kekuatan otot misalnya main bar di taman. Sit up dan push up modifikasi, tarik tambang, hula hoop, dan latihan kekuatan lain dengan berat badan sendiri," tutur dr Sophia. (Radian Nyi Sukmasari/Nurvita Indarini)

Berita Terkait