Kenali, 3 Macam Pelengkap Gizi Sesuai Kebutuhan Anak

Kenali, 3 Macam Pelengkap Gizi Sesuai Kebutuhan Anak

Andara Nila Kresna - detikHealth
Sabtu, 06 Jun 2015 08:30 WIB
Kenali, 3 Macam Pelengkap Gizi Sesuai Kebutuhan Anak
Ilustrasi (Foto: Thinkstock)
Jakarta - Ada tipe anak yang menyukai semua jenis makanan, pilih-pilih makanan, bahkan sama sekali tidak suka makanan padat. Padahal, anak membutuhkan gizi ekstra dalam masa pertumbuhannya. Lalu apa sajakah pelengkap gizi sesuai dengan kebutuhannya?

Sesuatu hal yang normal bila seorang anak tidak menyukai makanan padat pada masa adaptasi pertama kali. Biasanya hal ini disiasati dengan konsumsi susu sapi murni (whole milk), susu pertumbuhan dan makanan cair. Hal iji harus dilakukan demi kesehatan anak yang sedang dalam masa pertumbuhan tentunya.

dr Yoga Devaera SpA(K) dari RS Cipto Mangunkusumo (RSCM) mengatakan jika seorang anak doyan makan dan gizinya tercukupi maka beri saja whole milk cair ataupun bubuk. Nah, jika anak cenderung pilih-pilih majanan maka pilihan bijaknya adalah beri susu pertumbuhan yang sudah dimodifikasi dan mengandung zat besi tambahan. Susu jenis ini sudah ada banyak di pasaran Indonesia dengan tekstur bubuk sedangkan di luar negeri lebih dominan yang cair.

Baca juga: Anak-anak Kurang Gizi, Seorang Pejabat di India Justru Melarang Makan Telur

"Pada kasus anak yang sama sekali tidak menyukai makanan padat bisa diberikan makanan cair. Jenis ini memang berwarna hampir mirip susu namun sebetulnya bukan susu. Makanan cair mengandung banyak kalori yang berfungsi untuk menggantikan makan pada kasus tertentu biasanya untuk anak berkebutuhan khusus. Dan idealnya penggunaan makanan cair ini hanya diperbolehkan jika dokter yang mengizinkan," ucap dr Yoga saat ditemui di Pasific Place, Jakarta, dan ditulis pada Sabtu (6/6/2015)

Pada kasus anak yang doyan makan dan kebutuhan gizinya tercukupi, baiknya tidak diberikan makanan cair. Karena kelebihan gizi juga bisa berdampak buruk untuk anak. Bagi anak berkebutuhan khusus yang diharuskan mengonsumsi makanan cair memang sudah seharusnya di bawah pengawasan dokter karena dokter yang akan memberi tahu tingkat kekentalan dan ketentuan dalam mengonsumsinya.

dr Yoga menambahkan, gizi pada anak pun sebaiknya tidak boleh berlebihan. Kelebihan zat gizi tertentu yang diperoleh dari suplemen bisa menimbulkan efek buruk. Sebaiknya, orang tua mulai menyadari pemberian gizi yang baik yaitu harus seimbang, tidak boleh kurang dan tidak boleh lebih.

Baca juga: Usia Anak Belum Satu Tahun, Jangan Berikan Buah Campur Madu Sebagai MP-ASI


(rdn/up)

Berita Terkait