Sebanyak 114 anak dilibatkan oleh peneliti dari Universities of North Florida, Sheffield, dan Stirling untuk mengikuti eksperimen kecerdasan yang hasilya dipublikasi di jurnal Experimental Child Psychology.
Anak-anak ini diberi kesempatan untuk berbohong mengenai perbuatannya dalam sebuah permainan teka-teki. Sebelumnya eksperimen dimulai peneliti berpesan bahwa ada kunci jawaban untuk tiap pertanyaan tapi dilarang untuk dilihat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: Studi: Anak Mulai Kenal Bohong dan Tak Mudah Percaya di Usia 7 Tahun
Peneliti tertarik pada anak yang bisa membuat cerita bohong untuk menutupi perbuatannya.
Tes secara terpisah menunjukkan anak yang pandai berbohong ini memiliki pengelolaan ingatan tentang kata-kata yang lebih baik. Artinya mereka pandai memutar-balik banyak informasi, bahkan ketika bualannya terdengar tak masuk akal.
"Orang tua sebetulnya tak terlalu bangga kalau anak mereka bohong. Tapi setidaknya mereka bisa senang setelah tahu anak yang berbohong dengan baik tandanya ia memiliki kecakapan dalam berpikir dan mengingat," ujar Dr Elena Hoicka, psikolog perkembangan anak dari University of Sheffield, seperti dikutip dari BBC pada Senin (22/6/2015).
"Kita sudah tahu sebelumnya bahwa rata-rata orang dewasa berbohong seperlima dari percakapan sosial yang berlangsung selama 10 menit atau lebih. Jadi menarik untuk tahu mengapa anak-anak ini bisa berbohong lebih banyak dari yang lain," pungkasnya.
Baca juga: Orang yang Banyak Bohong Ternyata Lebih Sering Sakit (fds/up)











































