Psikolog anak dan remaja, Ratih Zulhaqqi dari RaQQi Consulting mengatakan sangat wajar ketika di masa bayi, anak-anak sangat lekat pada ibunya. Sebab ibu adalah tempat di mana bayi merasa nyaman.Apalagi dari ibulah para bayi mendapatkan makanan berupa air susu ibu (ASI).
Namun ketika usia sudah semakin bertambah, tidak seharusnya seorang anak selekat bayi dengan ibunya. Ratih sendiri pernah menjumpai remaja kelas 3 SMP yang masih harus tidur bersama ibunya, dan harus memegang siku ibunya selama tidur.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: Ketika Anak Jadi 'Bos Kecil', Adakah yang Salah?
Anak, sambung perempuan berkerudung ini, harus terpisah dari orang tuanya, dalam artian tidak bisa selalu menempel pada orang tuanya. Ini penting agar anak memiliki kemampuan berkomunikasi yang baik dengan lingkungannya.
"Seperti untuk tidur terpisah dari orang tuanya, bisa dilakukan ketika anak sudah mulai bisa berkomunikasi dengan baik. Kalau sudah bisa toilet training sendiri, maka dia sudah bisa tidur sendiri. Sejak umur 3-4 tahun sebaiknya dibiasakan tidur terpisah dari orang tua," sambung Ratih.
Kelekatan yang tidak sehat antara anak dengan orang tuanya biasanya terjadi karena kecemasan. Mereka tidak nyaman jika harus jauh dari orang tuanya, karena tidak dibiasakan. Karena itu orang tua perlu menanamkan kemandirian pada buah hatinya agar berani mengahadapi dunia.
Apakah anak yang maunya lekat dengan ibu atau ayahnya merupakan pertanda indigo? "So far belum pernah baca riset kaitan kedekatan anak dengan orang tua dengan indigo. Beberapa anak yang indigo, memang takut dengan hal buruk di masa depan yang bisa dilihatnya, misalnya, yang kemudian dia butuh orang dewasa di sekitarnya," jelas Ratih.
Baca juga: Anak yang Ingin Jadi 'Bos Kecil' Tidak Melulu dari Kalangan Berada
(vit/ajg)











































