"Bukan klasiknya yang penting tapi keteraturannya. Musik klasik diputerin dari siang sampai malam, ada keteraturan, sama terus, dan membuat ibu rileks lalu santai, baik untuk anak," kata praktisi neurosains terapan, Anne Gracia, dalam talkshow 'Merangsang Kecerdasan Anak Melalui Musik' di Graha Unilever, Jl Jend Gatot Subroto, Jakarta, Selasa (7/7/2015)
Keteraturan, lanjut Anne, bisa dilihat dari keseluruhan lagu. Berbeda dengan musik klasik, musik rock umumnya terdiri dari berbagai rentang dan dengan adanya unsur kejutan. Padahal, perbedaan ritme dalam lagulah yang dikatakan Anne merangsang keteraturan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lagu dengan ritme yang teratur menurut Anne memang cenderung membosankan, tapi itulah ciri khas ritme yang teratur. Dengan terbiasa mendengar alunan musik penuh keteraturan, anak bisa memiliki kemampuan mengatur degup jantung yang ia sesuaikan dengan irama lagu.
"Sehingga anak terbiasa teratur dan disiplin nantinya. Jika misal ibu mau merangsang anak menjadi anak yang berani 'menerobos' artinya berani tegas mengambil keputusan mendengarkan varian lagu rock boleh aja," kata Anne.
Hadir dalam kesempatan sama, musisi Dian H.P menuturkan memang ibu hamil disarankan untuk mendengarkan musik yang lembut. Bagaimanapun, musik lembut bisa menciptakan suasana yang menenangkan dan membuat ibu rileks. Hal ini pastinya berdampak positif bagi bayi.
"Nggak harus musik klasik. Kayak di daerah gitu ada ibu yang susah menjangkau musik klasik, dengarkan jazz boleh. Atau mau mendengarkan klenengan gamelan gitu juga nggak apa-apa yang penting memang musik lembut dan bisa membuat ibu rileks," kata Dian.
Baca juga: Ini yang Terjadi Pada Bayi Jika Ibu Hamil Stres
(rdn/vit)











































