Dengar Musik Sambil Bernyanyi Lebih Berguna untuk Rangsang Kecerdasan Anak

Dengar Musik Sambil Bernyanyi Lebih Berguna untuk Rangsang Kecerdasan Anak

Radian Nyi Sukmasari - detikHealth
Rabu, 08 Jul 2015 06:56 WIB
Dengar Musik Sambil Bernyanyi Lebih Berguna untuk Rangsang Kecerdasan Anak
Foto: Ilustrasi/Thinkstock
Jakarta - Menstimulasi kecerdasan anak bisa dilakukan dengan memanfaatkan musik. Lantas, lebih baik mana jika anak hanya diperdengarkan musik lewat kaset atau sembari diajak bernyanyi?

Menurut praktisi neurosains terapan, dr Anne Gracia, pastinya akan ada perbedaan di pekerjaan otak. Jika anak hanya mendengarkan musik saja lalu memikirkan musik yang ia dengar, area otak yang bekerja hanya yang menerima bunyi, menyimpan memori kata-kata serta yang bertugas menangkap kata-kata tersebut.

Berbeda keadaannya ketika anak diperdengarkan musik sambil bernyanyi. Saat menyanyi, kata Anne, rahang bergerak dan berarti otak mengeksekusi otot di sekitar mulut agar otak lebih banyak bekerja. Belum lagi jika sambil bernyanyi anak menggerakkan badannya dengan seragam ke kiri dan ke kanan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Itu makin cerdas lagi karena berarti otak harus menjaga ruang, makin banyak area otak yang bekerja makin cerdas. Maka, bagi anak stimulusnya selalu kita tekankan berupa gerak dan lagu," kata Anne, ditemui usai talkshow 'Merangsang Kecerdasan Anak Melalui Musik' di Graha Unilever, Jl Jend Gatot Subroto, Jakarta, Rabu (8/7/2015).

Baca juga: Jangan Abaikan Dampak Psikologis Lagu Dewasa Pada Anak

Ketika gerak anak masih serampangan, menurut Anne kemungkinan besar masih ada problem pada kemampuan pengendalian anak. Sebab, semakin mampu anak mengendalikan rangsang yang ia terima, makin sensitif anak memberi respons pada stimulus sehingga anak bisa dikatakan makin cerdas.

Soal anak yang kerap mendengarkan lagu dewasa, menurut Anne irama lagu umumnya tidak berpengaruh bagi anak. Tetapi, dari segi lirik bukan tak mungkin ada kata-kata yang harusnya belum diterima anak usia di bawah 6 tahun tapi lewat lagu tersebut sudah bisa ia ketahui. Anne menyarankan sebaiknya beri musik anak dengan not yang sederhana sehingga dia akan lebih mudah menangkap dan mengidentifikasi bunyi.

"Boleh anak mendengarkan lagu dewasa, yang gampang dan simpel, liriknya tentang moral silakan saja. Tapi kalau liriknya membuat kita agak terkejut, baiknya jangan dulu dikenalkan pada anak di bawah usia 6 tahun. Saat mendengar kata-kata tertentu, bisa saja anak tidak bertanya tapi dia akan mengingat dan pada saat tak diduga akan dipakai. Misalnya dia bilang ternyata mama itu genit, padahal dia cuma mendengar di lagu yang menceritakan wanita cantik yang genit," papar Anne.

Baca juga: Penyebab Pubertas Dini Pada Anak

(rdn/up)

Berita Terkait