Kamis, 09 Jul 2015 18:34 WIB

Tanpa Dukungan Suami dan Keluarga, Produksi ASI Bisa Menyusut Lho

Radian Nyi Sukmasari - detikHealth
Foto: Thinkstock Foto: Thinkstock
Jakarta - Tidak keluarnya ASI sering menjadi keluhan para ibu menyusui. Terkait hal ini, nyatanya kondisi psikis ibu pun memiliki pengaruh yang cukup besar.

dr Utami Roesli SpA, MBA, IBCLC, FABM dari RS St Carolus menuturkan seringkali ibu tidak mengeluarkan ASI karena dukungan dari orang di sekitarnya yang amat kurang. Terlebih bagi, menurut dr Tami, dukungan dari para suami sebenarnya bisa memberikan kualitas bagi kehidupan dua orang sekaligus yakni anak dan ibu.

"Dari 100 ibu menyusui, paling hanya 3 yang memang benar-benar memiliki masalah pada produksi ASI-nya. Sisanya, ASI tidak keluar karena masalah psikolgis yang dialami si ibu," kata dr Tami di sela-sela temu media di kantor Wahana Visi Indonesia, Jl KH Wahid Hasyim, Jakarta, Kamis (9/7/2015).

Oleh karena itu, dr Tami menekankan pentingnya dukungan suami dan keluarga untuk keberhasilan proses menyusui. Jika dalam proses menyusui ada kendala dari anggota keluarga lain, maka tugas suamilah untuk tetap mensupport dan membuat istri percaya diri saat menyusui.

Kepada detikHealth beberapa waktu lalu, wakil ketua Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI) Nia Umar mengatakan jika terdapat hambatan dari pihak keluarga, terutama keluarga suami, maka sudah sepatutnya suami bertindak tegas bahwa apa yang dilakukan ia dan istri semata-mata demi kebaikan sang anak.

Baca juga: Agar Produksi ASI Lancar, Lakukan Cara-cara Ini

"Katakan saja pada ibu mertua atau keluarga yang lain bahwa memang ini dia lakukan bersama istri demi anak mereka. Lagipula kan itu memang anaknya jadi sah-sah saja kalau keputusan ada di ayah atau ibunya," kata Nia.

Menyinggung soal donor ASI yang umum dimanfaatkan para ibu dengan produksi ASI sedikit, dr Tami mengatakan kualitas ASI pada masing-masing ibu memang berbeda sebab komposisi ASI disesuaikan dengan kebutuhan bayi. Jika ingin menggunakan donor ASI, dr Tami mengingatkan pastikan kurangnya ASI bukan karena tidak adanya dukungan dari keluarga.

"Kalau di luar negeri syaratnya memang ibu pendonor harus melakukan pemeriksaan beberapa penyakit terutama HIV-AIDS, dan TORCH. Tapi kalau di sini ya sebaiknya betul-betul kita pilih pendonor ASI-nya, kalau bisa saudara yang kita kenal," kata dr Tami.

Baca juga: Ibu Meninggal Pasca Disuntik Anestesi Bermasalah, Bayinya Banjir Donor ASI (rdn/vit)