Anak Menyamakan Gambar Hewan dengan Orang Lain? Bisa Jadi Ini Maksudnya

Anak Menyamakan Gambar Hewan dengan Orang Lain? Bisa Jadi Ini Maksudnya

Radian Nyi Sukmasari - detikHealth
Minggu, 09 Agu 2015 13:05 WIB
Anak Menyamakan Gambar Hewan dengan Orang Lain? Bisa Jadi Ini Maksudnya
Foto: Randy Faris/Fuse/Thinkstock
Jakarta - Melihat karakter hewan tertentu di buku, si kecil menyebut hewan tersebut dengan orang yang ia kenal, meski dengan bahasa yang belum jelas. Nah, pernahkah Bunda mengalami hal serupa? Jika ya, jangan buru-buru berpikir bahwa anak sudah bisa menyamakan karakter tertentu dengan orang di sekitarnya.

Seperti penuturan psikolog anak dan keluarga, Anna Surti Ariani, S.Psi, M.Si, Psi, umumnya anak mulai mampu menyamakan sesuatu dengan yang lainnya ketika mereka berusia 3-4 tahun. Di bawah usia itu, menurut wanita yang akrab disapa Nina ini anak belum terlalu mampu untuk mengklasifikasikan hal-hal yang ia ketahui.

"Misalnya ada gambar beruang, lalu anak menyebut gambar ini dengan gurunya. Nah, tidak serta merta bahwa anak berpikir si beruang ini mirip gurunya tadi," kata Nina dalam perbincangan dengan detikHealth dan ditulis pada Minggu (9/8/2015).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bisa saja, menurut Nina si guru tersebut pernah memegang boneka beruang sehingga ketika anak mengatakan beruang dengan si guru, itu menunjukkan bahwa beruang ini pernah dipegang oleh ibu guru.

"Jadi hubungannya bukan gambar ini mirip dengan ibu itu, tapi ada sesuatu yang pernah dipegang sama si ibu itu. Atau ibu itu pernah bercerita tentang beruang," imbuh Nina.

Baca juga: Mengecek Kemampuan Bicara Anak Sesuai Usia

Untuk menghindari anak mengutarakan pikirannya secara gamblang, termasuk ketika ia mengomentari kondisi seseorang yang tidak biasa, Nina memiliki trik untuk menanamkan pada anak cara berbisik, apa itu?

"Kasih tahu ke anak kalau mau ngomong tentang orang, bisik-bisik dulu sama mamanya. Atau misalnya jangan langsung teriak tapi sampaikan dulu ke mama. Cara kayak gitu kan menahan supaya anak nggak langsung ceplas-ceplos ngomong soal si orang itu sehingga orang tadi tidak tersinggung. Orang tua juga bisa menetralisir dengan mengajak anak ngobrol hal-hal yang lain," papar Nina.

Dalam keseharian, karakter binatang kerap ditemukan dalam dongeng. Anak-anak pun umumnya tertarik dengan karakter binatang. Menurut Nina, ketertarikan anak pada binatang bisa terjadi karena gambarnya sering disederhanakan oleh orang dewasa. Nah, dengan gambar yang sederhana, anak jadi senang dan paham dengan binatang tersebut.

Apalagi, beberapa binatang digambarkan lebih lucu sehingga anak merasa lebih dekat dengan binatang tersebut. Namun, bukan berarti anak suka dengan semua binatang, karena ada juga binatang yang terlihat menyeramkan bagi anak.

Baca juga: Emosi Kuat Bisa Picu Pingsan Singkat pada Bayi

(rdn/up)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads