Sebulan pertama setelah lahir, Kirana menggunakan selang untuk mengalirkan makanan ke tubuhnya. Karena PRS salah satunya ditandai dengan ukuran dagu terlalu kecil (micrognathia), menyusu langsung bisa berisiko menutup jalan napas kirana. Sehingga, sang ibu Wynanda Bagyo Saputri memberi Kirana ASI perah.
"Karena saya masih penasaran, saya sesekali melatih Kirana menyusu. Tiap saya beri ASI, saya sounding ke dia nanti usia 1 tahun dia sudah bisa menyusu langsung," kisah Nanda di sela-sela seminar '1001 Cara Taklukkan Tantangan ASI' di RS Meilia Cibubur, Cimanggis, Depok dan ditulis pada Minggu (30/8/2015).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: Pierre Robin Sequence, Kondisi Langka di Balik Dagu Kecil Kirana
Tantangan lain yang dihadapi Nanda yakni ia memang harus sendiri mengurus 2 orang anak yakni Kirana dan sang kakak, Kasih. Untuk Kirana, Nanda harus rutin memerah ASI per 3 jam dengan durasi tiap memerah 30-60 menit dengan single pump. Dilanjutkan dengan menyuapi Kirana yang membutuhkan waktu 1-2 jam, bahkan sampai 3 jam saat Kirana berusia1-5 bulan.
"Bayangin saya memerah ASI 1 jam, nyuapin 1 jam, belum yang lainnya harus urus Kasih dan menyelesaikan pekerjaan lain, itu lelahnya luar biasa. Tidur cuma 2 jam selama 4 bulan rasanya kayak zombie," imbuh wanita yang juga Creator Tambah ASI Tambah Cinta ini.
Di usia 11 bulan, tampak keinginan Kirana untuk menyusu langsung. Sebab, saat diberi ASI melalui special need feeder, Kirana selalu mendorong alat itu. Akhirnya, Nanda mencoba menyusui Kirana langsung apalagi saat itu kondisi rahang Kirana mulai berkembang.
Selama ini, sepengetahuan Nanda, anak PRS hampir mustahil menyusu langsung dan punya risiko besar saat menyusu langsung. Tapi lain bagi Kirana, bocah itu membuktikan bahwa dia bisa melakukannya.
"Buat ibu yang bayinya memang nggak ada masalah, pasti bisa ya si kecil menyusu langsung. Tapi bagi saya dengan anak PRS itu luar biasa sekali perjuangannya," ujar Nanda.
Manfaat Kirana mendapat ASI termasuk ASI eksklusif, dikatakan Nanda mikrognati Kirana lebih berkembang lalu daya tahan tubuhnya pun makin kuat. Kirana juga mulai bisa mengeluarkan suara 'papapa' dan 'bwah' dan mulai bisa makan beberapa jenis maknan utuh. Sampai saat ini, Nanda masih menyusui Kirana. Meski perkembangan sang buah hatiĀ agak lambat, Nanda optimistis kondisi Kirana pasti makin baik.
Baca juga: Posisi Menyusu Tak Tepat, Perut si Kecil pun Bisa Kembung
(rdn/vit)











































