Jakarta -
Masalah kesehatan gigi dan mulut dapat muncul pada orang dewasa dan bahkan pada balita. Rajin menyikat gigi adalah salah satu tindakan preventif agar kesehatan gigi dan mulut kita terjaga.
Untuk membuat si kecil rajin meyikat giginya, berikut adalah tips agar balita rajin sikat gigi yang dirangkum detikHealth dari berbagai sumber pada Senin (31/8/2015).
Baca juga: 6 Kesalahan Orang Tua yang Diam-diam Bisa Merusak Gigi Anak
1. Kenalkan Sikat Gigi Sejak Dini
Foto: PublicDomainPictures/Pixabay
|
Sejak usia balita, kenalkan pada anak bahwa kita menyikat gigi dengan menggunakan sikat gigi dan pasta gigi agar gigi kita bersih dan sehat. Beritahu anak bentuk sikat gigi untuk anak-anak dan kenalkan juga apabila ia dewasa nanti, sikat giginya akan berubah ukuran menjadi lebih besar. Gunakan pasta gigi rasa buah-buahan yang ia suka dan sikat gigi dengan warna sikat gigi yang menarik.
2. Ajak Anak Bermain
Foto: Thinkstock/Tamas Panczel - Eross
|
Ketika anak telah diberikan pemahaman bahwa kita harus menyikat gigi setelah sarapan dan sebelum tidur malam, ajak anak bermain. Misalnya dengan bermain peran. Ajak anak berperan sebagai pahlawan gigi dan orang tua menjadi penjahat gigi.
Dengan begini, anak akan ingat bahwa dengan menyikat gigi ia akan menjadi pahlawan giginya. Usahakan semenarik mungkin, bila perlu gunakan properti sederhana yang ada disekeliling anda.
3. Selalu Bantu dan Dampingi
Foto: Thinkstock
|
Ketika anak mau menyikat gigi, selalu dampingi dan bantu anak agar mereka benar cara menyikat gigi yang baik dan benar. Ajak anak untuk memperhatikan para orang tua ketika mereka sedang menggosok gigi.
Contohkan anak bagaimana cara menyikat gigi yang benar dengan mempraktikkan di gigi anak langsung sehingga ia mengerti dan bisa melakukannya sendiri. Pastikan anak menyikat gigi selama 1-2 menit.
4. Kenalkan Anak pada Dokter gigi
Foto: Firdaus Anwar
|
Sejak dini, ajak dan kenalkan anak pada dokter gigi, dan jangan menakuti si kecil pada dokter gigi. Dengan membiasakan anak kenal dengan dokter gigi, akan membuat ia terbiasa dengan dokter gigi. Sehingga, anak menjadi lebih kooperatif saat pergi ke dokter gigi. Beri tahu juga anak bahwa ia harus mengunjungi dokter gigi 6 bulan sekali agar giginya tetap sehat.
5. Berikan Hadiah pada Anak
Foto: Firdaus Anwar
|
Anda bisa membuat tabel untuk mengatur kegiatan anak menyikat gigi dan mengingatkan anak agar ia rajin menyikat gigi. Gunakan tabel dengan gambar-gambar menarik dan tempel di dalam kamarnya agar ia disiplin. Berikan hadiah pada anak, misalnya apabila dalam sebulan ia teratur menyikat gigi, maka ia akan dapat boneka baru atau mendapat hadiah stiker warna-warni. Hal ini dapat meningkatkan minat anak untuk menyikat gigi.
Sejak usia balita, kenalkan pada anak bahwa kita menyikat gigi dengan menggunakan sikat gigi dan pasta gigi agar gigi kita bersih dan sehat. Beritahu anak bentuk sikat gigi untuk anak-anak dan kenalkan juga apabila ia dewasa nanti, sikat giginya akan berubah ukuran menjadi lebih besar. Gunakan pasta gigi rasa buah-buahan yang ia suka dan sikat gigi dengan warna sikat gigi yang menarik.
Ketika anak telah diberikan pemahaman bahwa kita harus menyikat gigi setelah sarapan dan sebelum tidur malam, ajak anak bermain. Misalnya dengan bermain peran. Ajak anak berperan sebagai pahlawan gigi dan orang tua menjadi penjahat gigi.
Dengan begini, anak akan ingat bahwa dengan menyikat gigi ia akan menjadi pahlawan giginya. Usahakan semenarik mungkin, bila perlu gunakan properti sederhana yang ada disekeliling anda.
Ketika anak mau menyikat gigi, selalu dampingi dan bantu anak agar mereka benar cara menyikat gigi yang baik dan benar. Ajak anak untuk memperhatikan para orang tua ketika mereka sedang menggosok gigi.
Contohkan anak bagaimana cara menyikat gigi yang benar dengan mempraktikkan di gigi anak langsung sehingga ia mengerti dan bisa melakukannya sendiri. Pastikan anak menyikat gigi selama 1-2 menit.
Sejak dini, ajak dan kenalkan anak pada dokter gigi, dan jangan menakuti si kecil pada dokter gigi. Dengan membiasakan anak kenal dengan dokter gigi, akan membuat ia terbiasa dengan dokter gigi. Sehingga, anak menjadi lebih kooperatif saat pergi ke dokter gigi. Beri tahu juga anak bahwa ia harus mengunjungi dokter gigi 6 bulan sekali agar giginya tetap sehat.
Anda bisa membuat tabel untuk mengatur kegiatan anak menyikat gigi dan mengingatkan anak agar ia rajin menyikat gigi. Gunakan tabel dengan gambar-gambar menarik dan tempel di dalam kamarnya agar ia disiplin. Berikan hadiah pada anak, misalnya apabila dalam sebulan ia teratur menyikat gigi, maka ia akan dapat boneka baru atau mendapat hadiah stiker warna-warni. Hal ini dapat meningkatkan minat anak untuk menyikat gigi.
(rdn/up)