Dikatakan psikolog anak dan keluarga Roslina Verauli MPsi, PSi, manfaatkan apa yang ada di rumah untuk anak bereksplorasi. Contoh mudahnya, tunjuk warna benda apapun, lalu tanua pada anak apa warnanya? Misalnya oranye atau ungu, orang tua bisa memberi pengetahuan bahwa warna tersebut merupakan campuran warna-warna primer.
Hal lainnya yang bisa dilakukan yaitu dengan memanfaatkan mainan yang dipunya ana, seperti miniatur hewan. Jangan hanya sekadar beri tahu apa nama hewan tersebut, tapi lakukan tanya jawab alias komunikasi dua arah dengan si kecil.
Baca juga: Si Kecil Ingin Corat-coret? Boleh, Tapi Ada Aturannya
"Kita bilang ini apa ya? Nah ini gajah. Eh ada belalainya lho. Warnanya apa ya dek Bikin orange watna kuning dan merah. Kita ajak anakmencampur wara, jangan takut kotor. Intinya gunakan benda-benda terdekat dan buat proses belajar sambil bermain itu dengan suasana fun," kata Vera konferensi pers 'Tumbuh dan Menjelajah Lebih Lagi Bersama BebeExpplora' di Kembang Goela Resto, Plaza Central, Jl Jend Sudirman, Jakarta, dan ditulis pada Kamis (3/9/2015).
Belajar sambil bermain dengan anak bisa juga dilakukan melalui gadget. Namun, seperti rekomendasi American Academy of Pediatric (AAP) penggunaannya pun maksimal 1-2 jam saja. Pada anak yang hanya sendiri menggunakan gadget, ia akan melakukan interaksi satu arah. Ketika anak mendengar dan melihat gambar, tidak ada eksplorasi dua arah.
Sehingga, amat disarankan jika orang tua turut mendampingi. Sehingga, jika ada yang tidak dimengerti, anak bisa bertanya dan ia bisa mengeksplorasi lebih dalam lagi. Vera mengingatkan bahwa bukan berarti gadget tidak bermanfaat. Bahkan, bagi anak yang tumbuh kembangnya terganggu, ia bisa terbantu dengan belajar secara personal menggunakan gadget.
"Dalam bermain sambil bereksplorasi bersama anak. Orang tua nggak usah terlalu memaksakan diri. Kadang kala, anak enjoy mengeksplorasi sendiri, ditemani malah dia terganggu. Kalau ibu memang sedang lelah sekali, istirahat sebentar dan minta tolong pada supporting agent yang lain seperti ayah atau si mbak-nya," kata Vera.
Baca juga: Ini Alasannya Anak 2-6 Tahun Sedang Senang-senangnya Bermain
(rdn/up)