Nah, menurut Agus Rahmat Hidayat, Co-founder Komunitas Ayah ASI, memang susah-susah gampang menjaga kepercayaan diri ibu untuk bisa memberikan ASI. Apalagi ketika ada komentar miring dari anggota keluarga, terutama ayah atau ibu, si anak yang kini sudah merasakan menjadi orang tua pun jadi serba salah.
"Triknya kita ajak orang tua kita atau mertua kita ke dokter biar dengar penjelasannya langsung sehingga bisa mendukung pemberian ASI untuk anak kita," tutur Rahmat usai Launching Kampanye #7Menit yang digagas Save The Children di Plaza Semanggi, Jakarta, seperti ditulis Sabtu (19/9/2015).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: Ini Dia Ragam Manfaat Inisiasi Menyusui Dini
"Keluarga bisa jadi pendukung utama dalam program menyusui tapi juga bisa jadi penghambat utama," ujar Rahmat.
Ketika dukungan dari keluarga sudah diperoleh, penting pula bagi suami menjadi tameng masuknya informasi negatif yang bisa membuat ibu down saat menyusui. Misalnya saja anggapan produksi ASI yang sedikit pasti bisa membuat ibu drop. Untuk itu, tugas suamilah menunda agar pernyataan itu tidak sampai ke telinga istri.
"Jangan lupa kita beri dukungan pada istri supaya proses menyusuinya lebih lancar. Buat ibu rileks dan nggak stres sehingga pengeluaran ASI lancar. Bantu juga ngurus anak terutama di malam hari," kata Rahmat.
Baca juga: Inisiasi Menyusui Dini Bukan Perkara Gagal atau Berhasil (rdn/vit)











































