Lewat iklan tersebut, lembaga bernama Sociedade de Pediatria do RS (SPRS) atau Pediatric Society of Rio Grande, Brazil tersebut ingin mengingatkan bahwa ibu yang menyusui, ataupun sedang mengandung, harus pintar-pintar dalam memilih asupan mereka.
Pasalnya, disadari atau tidak, apa yang dikonsumsi oleh sang ibu juga akan berdampak langsung terhadap bayinya. Sama halnya dengan gambaran yang coba mereka sampaikan dalam iklan tersebut, di mana bayi seakan-akan 'disusui atau diberi makan' hamburger, minuman bersoda, maupun makanan tak sehat lainnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di bawah tagline tersebut, SPRS juga menuliskan bahwa bila seorang ibu menjaga asupan makannya, terutama dalam 1.000 hari pertama kehidupan sang buah hati, maka bayinya akan terhindar dari berbagai penyakit serius. Demikian dikutip dari Daily Mail pada Kamis (24/9/2015).
Baca juga: Bukan Porno, Foto Payudara Tanpa Sensor Ini untuk Edukasi Kanker Payudara
Total ada tiga gambar iklan yang disiapkan SPRS untuk mengkampanyekan hal ini. Satu iklan memperlihatkan seorang ibu tengah 'memberi makan' bayinya dengan cheeseburger berukuran jumbo, sedangkan dua iklan lain menunjukkan seorang ibu 'memberi minum' segelas soda dan juga donat pada sang buah hati.
![]() |
Rupanya iklan-iklan ini sesuai dengan hasil studi terbaru yang dilakukan Robert Waterland, dari Pediatrics, Molecular and Human Genetics, Baylor College of Medicine. Ia menemukan bahwa pola makan sehat pada ibu yang sedang berbadan dua dapat mendorong berkembangan varian gen yang dapat menekan tumor pada anak-anak mereka.
Sebaliknya, ibu hamil yang tidak memperoleh asupan nutrisi yang baik akan memicu penurunan sistem kekebalan bagi bayinya, atau dengan kata lain membuat bayinya menjadi rentan terserang kanker.
Nampaknya Brazil getol melakukan kampanye untuk menghindari pola makan tak sehat pada ibu hamil mengingat besarnya angka obesitas di negara mereka. Di tahun 2014, Brazil termasuk ke dalam 10 negara dengan penduduk obesitas terbesar di dunia.
"Transisi kelebihan berat badan berkembang dengan cepat di seluruh Amerika Latin selama 20 tahun terakhir. Negara-negara yang tadinya hanya memiliki tingkat obesitas di bawah 10% dari populasi kini naik hingga 50%. Dan di Brazil, penduduk berpenghasilan rendah cenderung mengonsumsi makanan yang tinggi karbohidrat dan gula," jelas Ricardo Uauy, Profesor Gizi dan Kesehatan Masyarakat dari London School of Hygiene and Tropical Medicine beberapa waktu lalu.
![]() |
Jangankan di Amerika Latin, keturunan Hispanik yang tinggal di negara lain seperti Amerika juga gemar mengonsumsi kalori dan lemak dalam jumlah besar.
Minggu lalu di Amerika juga ditemukan pasien diabetes tipe 2 termuda di dunia, yang umurnya masih tiga tahun. Di usianya yang masih segitu, berat badannya juga mencapai 35 kg. Bocah keturunan Hispanik ini ternyata memiliki orang tua yang obesitas, dan terbiasa makan dalam porsi yang tidak terkendali.
Baca juga: Poster Iklan Bergambar Payudara Ini Picu Ratusan Kecelakaan di Jalan Raya
(lll/up)













































