Dalam studi yang dipublikasi di jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences, Professor Janet Werker menyebut seorang bayi yang diberi empeng akan kesulitan memahami dan menggunakan bahasa.
Hal tersebut dibuktikan dengan eksperimen yang diikuti oleh partisipan bayi-bayi usia enam bulan. Para bayi diperdengarkan dua jenis pengucapan huruf 'd' dari bahasa hindi dan dilihat reaksinya apakah mereka bisa mengetahui perbedaannya. Ketika bayi diberikan empeng mereka tak menunjukkan tanda-tanda mengerti namun ketika empeng dilepas ada perbedaan yang ditunjukkan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: Cara Hentikan Kebiasaan Mengisap Jempol Anak
"Sampai sekarang riset dalam perkembangan persepsi dan penguasaan bahasa lebih ditekankan kepada sensasi mendengar saja sebagai faktor utama. Peneliti harus lebih melihat juga kemampuan motorik mulut bayi," kata Janet seperti dikutip dalam situs resmi universitas, UBC.ca, pada Selasa (13/10/2015).
Terkait hal tersebut, dr Luh Wahyuni SpKFR(K) dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) mengatakan namun bukan berarti artinya orang tua harus melarang sama sekali kebiasaan menghisap jari. Stimulasi dari aktivitas hisap jari yang tepat bisa bermanfaat bagi bayi.
"Dia belajar mengintegrasikan mata ke tangan. Dia belajar mengenal tubuhnya, jari-jarinya ada lima dan bentuknya seperti ini. Dia mengenali punya ujung mulut dan ujung kaki," tutup dr Luh.
Baca juga: Jangan Dilarang, Kebiasaan Bayi Masukkan Tangan ke Mulut Ada Manfaatnya (fds/up)











































