ADVERTISEMENT

Sabtu, 17 Okt 2015 08:10 WIB

Beri Buah ke Anak, Lebih Baik dalam Bentuk Utuh atau Dijus?

Radian Nyi Sukmasari - detikHealth
Foto: Thinkstock
Jakarta - Buah menjadi salah satu sumber vitamin dan serat yang baik bagi anak. Dalam keseharian pun, ada orang tua yang memberi buah anak mereka secara langsung dalam bentuk buah segar, dijus, bahkan diolah menjadi panganan seperti puding.

Menanggapi hal ini, Karen Coates selaku dental adviser di British Dental Health Foundation mengatakan buah dalam bentuk utuh lebih baik diberikan pada naak ketimbang jus. Sebab, meski mengandung gula, buah utuh juga kaya akan serat dan yang terpenting adalah air untuk 'membilas' gula yang menempel di gigi.

"Buah utuh bisa dijadikan pencuci mulut selesai makan atau sebagai camilan. Pastinya dipotong-potong dulu sebelumnya. Untuk anak, baiknya pilih buah rendah gula seperti stroberi, raspberry, kiwi, semangka, pisang, pepaya, blueberry, peach, atau pir. Daripada buah tinggi gula seperti anggur dan nanas," kata Karen memberi saran seperti dikutip dari Express, Sabtu (17/10/2015).

Baca juga: Dokter Gigi Sebut Biskuit Baik untuk Merangsang Pertumbuhan Gigi Balita

Jika memungkinkan, tak apa memberi anak keju setelah ia mengasup buah. Sebab, cara itu dikatakan Karen mampu mengembalikan kadar pH pada mulut menjadi netral. Lantas, bagaimana dengan pemberian buah yang dijus?

Menurut Karen, tidak masalah memberi si kecil jus buah sesekali. Tapi, usahakan ia langsung meneguk habis jus yang diberikan. Kemudian, minum sedikit air putih setelahnya. Sebab, jus buah pada dasarnya juga mengandung gula yang tinggi. Misalnya saja jus jeruk mengandung 10 gram gula per takaran 100 ml. Bahkan, jus apel memiliki jumlah gula yang lebih tinggi.

Nah, kandungan gula yang terlalu banyak dikonsumsi sudah pasti bisa merusak gigi, salah satunya adalah gigi yang patah dan tidak utuh. Data British Dental Association menyebutkan hampir 50 persen anak usia 4-18 tahun menunjukkan tanda-tanda gigi yang patah.

"Hal yang sering dilakukan orang tua adalah membiarkan anak minum terlalu banyak jus buah dan tidak dihabiskan dalam satu waktu. Jangan lupa pula ketika menjadikan buah jus, jangan disaring supaya anak tetap mendapat manfaat serat dari buah yang dikonsumsi," tutur Karen.

Baca juga: Anak Tak Suka Makan Buah dan Sayur? Ini Trik Mengatasinya

(rdn/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT