Bahkan, ketika melakukan permainan seperti itu, anak juga sedang mempersiapkan otak mereka untuk menghadapi tantangan saat dewasa nanti. Sayangnya, para ahli perkembangan anak menyebut waktu bermain bebas untuk anak-anak telah menyusut selama tiga dekade terakhir.
Walaupun begitu, sebagai orang tua sudah seharusnya Anda bisa menyediakan sarana dan prasarana untuk bermain si kecil. Sebab, ada lima manfaat bermain yang bisa didapatkan anak, seperti dikutip dari Live Science, Senin (19/10/15) berikut.
1. Anak berperilaku lebih baik
|
Foto: thinkstock
|
Peneliti membandingkan perilaku anak berumur 8-9 tahun di sekolah sesuai dengan penilaian guru mereka, dengan dan tanpa jam istirahat. Diketahui, anak-anak yang memiliki lebih dari 15 menit sehari istirahat berperilaku baik selama waktu akademis.
Sayangnya, lebih dari 30 persen di antara 10.000 anak-anak dalam penelitian ini tidak memiliki waktu istirahat atau memiliki waktu istirahat kurang dari 15 menit setiap harinya.
2. Mengajari kerja tim
|
Foto: thinkstock
|
Bermain juga mengajarkan anak-anak untuk mengatur emosi mereka sendiri.
"Anda bisa mencoba hal-hal tanpa konsekuensi. Bermain juga memungkinkan Anda untuk memakai topi yang berbeda, untuk menguasai aturan-aturan sosial," ujar Kathy Hirsch-Pasek, seorang psikolog perkembangan anak di Temple University.
3. Ajak anak bergerak
|
Foto: thinkstock
|
Selain itu, diketahui juga anak-anak yang aktif nantinya akan tumbuh menjadi orang dewasa yang aktif, sehingga menurunkan risiko penyakit jantung dan momok lain dari gaya hidup.
Baca juga: Tak Melulu Negatif, Ini Manfaat Positif Video Games Untuk Anak
4. Meningkatkan pembelajaran
|
Foto: thinkstock
|
"Penelitian menunjukkan bahwa waktu yang dihabiskan di kelas tanpa henti mungkin bukanlah cara terbaik untuk meningkatkan nilai tes dan pembelajaran," ujar Hirsch-Pasek.
"Anak-anak belajar untuk menghitung ketika mereka sedang melakukan hopscotch. Mereka belajar tentang angka ketika mereka sedang bermain stickball, dan saya percaya mereka tahu tim mana yang berada di depan. Mereka bercerita di taman bermain, dan mereka mulai aktif," katanya.
5. Bermain itu menyenangkan
|
Foto: thinkstock
|
Seorang biopsikologi dari University of Tennessee, Gordon Burghardt, mengungkapkan kepada majalah Scientist pada tahun 2010 bahwa dia bahkan mengamati kura-kura bermain.
Sementara psikolog anak Anna Surti Ariani, M.Si, bermain merupakan proses belajar secara kinestetik pada anak. Baik bermain dengan orang yang lebih tua ataupun bermain dengan teman sebayanya itu sama pentingnya.
"Jika anak bermain dengan orang yang lebih tua, maka anak akan belajar mengikuti dan tunduk pada aturan. Sedangkan jika bermain dengan anak yang lebih muda, maka anak akan belajar mengalah dan belajar memimpin," tutur wanita yang akrab disapa Nina ini.
Baca juga: Bagi Anak-anak, Bermain Sama Pentingnya dengan Belajar
Halaman 2 dari 6










































