"Memang berdasarkan studi kami cat dengan warna ngejreng atau terang, yaitu kuning, orange, merah, dan hijau mengandung timbal yang cukup tinggi. Bisa dicurigai cat itu mengandung timbal tinggi kalau terlihat mengkilap gitu warnanya," kata direktur BaliFokus, Surya Anaya.
"Jadi kalau kena cahaya itu benar-benar bisa memantulkan cahaya. Tapi itu kecenderungan cat yang patut dicurigai ya, belum pasti juga yang seperti mengandung timbal tinggi. Untuk lebih akuratnya, pasti harus kita periksa ke lab," lanjut Surya di kantor Indonesian Center for Environmental Law (ICEL), Jl Dempo, Kebayoran Baru, Kamis (29/10/2015).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: WHO Ingatkan Bahaya Keracunan Cat Bertimbal pada Anak
Sebab, WHO menyebutkan anak-anak paling berisiko terhadap paparan timbal yang dihirup dari debu dan serpihan cat yang bertimbal. Paparan timbal tersebut pun akan berpengaruh pada perkembangan otak dan tingkat kecerdasan anak-anak. WHO juga menyebut paparan timbal di masa anak-anak berkontribusi pada 600.000 kasus baru cacat intelektual pada anak setiap tahunnya.
Hadir dalam kesempatan sama, pengurus harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), Sudaryatmo mengatakan kesadaran akan bahaya paparan timbal di cat pada anak bisa meningkatkan kesadaran pihak sekolah, khususnya TK dan PAUD untuk menyediakan mainan dan alat peraga dengan bahan yang aman.
"Dengan begitu pihak sekolah bisa lebih hati-hati dalam menyediakan mainan, memesan alat, atau mengecat ulang peralatan yang ada. Bahkan, akan bagus sekali jika salah satu komponen akreditasi yang didapat TK atau PAUD ketika mereka menyediakan alat atau mainan yang bebas timbal," tutur Sudaryatmo.
Untuk membedakan cat yang cenderung berbahaya atau tidak, produsen mainan kayu, Thamrin menuturkan mainan yang warnanya menggunakan cat air dan relatif tidak mengandung bahan berbahaya, warnanya akan semi glossy. Tidak terlalu glossy seperti penggunaan cat dengan thiner. Soal bau, jika cat yang digunakan tidak mengandung bahan berbahaya, maka tidak ada baunya.
"Kalau ada thiner atau bahan beracun lain baunya nyengat banget. Memang produk lokal kayak kita lebih baik daripada produk impor yang murah-murah itu, tapi enggak semua produsen lokal itu pasti bagus, banyak yang bandel, pake thiner dan di dalamnya mengandung timbal sama merkuri. Racun itu kalau dihisap ke paru-paru bahaya banget untuk anak-anak, apalagi kalau dioral ya dimasukan ke mulut. Emang akibatnya enggak langsung kelihatan tapi kan ke depannya baru terlihat," tutur Thamrin beberapa waktu lalu.
Baca juga: Hati-hati! Racun Timbal dalam Campuran Cat Bisa Mandulkan Pasutri (rdn/up)











































