Melahirkan Diklaim Bisa Kurangi Risiko Kematian Dini Akibat Penyakit Kronis

Melahirkan Diklaim Bisa Kurangi Risiko Kematian Dini Akibat Penyakit Kronis

Martha Heriniazwi Dianthi - detikHealth
Senin, 02 Nov 2015 10:31 WIB
Melahirkan Diklaim Bisa Kurangi Risiko Kematian Dini Akibat Penyakit Kronis
Foto: thinkstock
Jakarta - Melahirkan merupakan proses yang dilakukan oleh wanita dengan mempertaruhkan nyawa mereka . Namun, sebuah penelitian yang dilakukan oleh Imperial College London di Inggris menyatakan bahwa melahirkan dapat mengurangi risiko kematian dini pada seorang wanita.

Dikutip dari Medical News Today, Senin (2/11/15), analisis data dari 322.977 perempuan dari 10 negara menunjukkan bahwa wanita yang telah melahirkan antara usia 26-30 tahun memiliki kesehatan yang lebih baik dan memungkinkan untuk terhindari dari penyakit jantung. Risiko kanker pun akan menjadi lebih rendah bagi wanita yang telah melahirkan dibandingkan yang tidak.

Baca Juga: Bukan dari Bukaan Rahim, Ini Metode Penentu Persalinan Paling Akurat

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bagi wanita yang melahirkan pada usia diantara 26-30 tahun memiliki risiko lebih rendah kematian dini atau akibat dari penyakit. Namun berbeda dengan wanita yang melahirkan lebih awal, terutama pada usia 20 tahun ke bawah atau berusia lebih dari 31 tahun. Selain itu, wanita yang memiliki dua atau tiga anak akan memiliki risiko lebih rendah terkena kanker daripada mereka yang hanya memiliki satu anak saja.

Analisis lebih lanjut menemukan bahwa wanita yang melahirkan dan menyusui memiliki penurun kematian akibat penyakit jantung iskemik. Tidak hanya bagi wanita yang melahirkan, wanita yang mengalami menstrurasi setelah usia 14 tahun dan yang menggunakan kontrasepsi oral juga memiliki kesehatan baik daripada tidak.

"Setelah dapat mengendalikan faktor-faktor yang dapat mempengaruhi risiko kamatian seperi indeks masa tubuh, kebiasaan merokok dan tingkat aktivitas fisik ternyata beberapa faktor terkait reproduksi dapat dikaitkan dengan rendahnya risiko kematian. Faktor tersebut mampu mempengaruhi kesehatan dalam jangka panjang bagi wanita," Ujar Melissa Merritt pemimpin dari penelitian tersebut.

Baca Juga: Studi: Puasa Jelang Ibu Melahirkan Bisa Saja Tidak Diterapkan

Penelitian secara mendalam mengenai ini sangat diperlukan untuk menjawab temuan tersebut dan memperjelas mekanisme yang menghubungkan risiko tersebut. Kemudian hasil tersebut nanti dapat membantu mengembangkan strategi baru untuk meningkatkan pelayan kesehatan pada wanita.

(up/up)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads