Namun Dr Billy Tao dari Flinders University menemukan alergi kacang ternyata dapat dicegah dengan mengubah cara mengolah kacang itu sendiri.
Sebenarnya ide ini bukan milik Tao. Ia mengaku terinspirasi dari riset serupa yang dilakukan peneliti lain bernama Kirsten Bayer di tahun 1990-an. Saat itu Bayer menemukan bahwa anak-anak di China jarang mengalami alergi kacang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: Ada Riwayat Alergi, Perhatikan Ini Dulu Saat Akan Beri Anak Makanan Padat
Dalam riset Bayer itu dikatakan kacang yang direbus selama 20 menit sebelum diberikan kepada bayi berdampak pada rendahnya reaksi alergi yang terlihat pada mereka. Sayangnya riset itu terhenti, dan oleh Tao, penelitian ini kemudian dibuka kembali, tepatnya sejak empat tahun lalu.
"Setelah itu saya menyadari bahwa sebenarnya alergi kacang pada anak ini bisa diredam jika kacangnya direbus lebih dari 20 menit," ungkap Tao seperti dikutip dari ABC Australia, Senin (9/11/2015).
Lantas kacangnya harus direbus berapa lama? Dari hasil pengamatan Tao, kacang sebaiknya direbus selama kurang lebih 12 jam. Dengan begitu protein dalam kacang yang dapat memicu reaksi alergi akan hilang secara otomatis.
"Dengan durasi selama itu, proteinnya akan berkurang sampai pada level di mana sistem imun pasien tidak akan bereaksi terhadap mereka lagi," jelasnya.
Bahkan setelah bayi atau anak diberi kacang rebus selama beberapa bulan, semisal 8 bulan, Tao mengatakan bayi atau anak sudah bisa diberi kacang olahan lain seperti kacang panggang dan reaksi alergi yang ditakutkan tidak akan terjadi.
Namun karena risetnya masih sangat sederhana, Tao belum berani memastikan bahwa metode yang ditemukannya sudah bisa diaplikasikan pada mereka yang mengidap alergi kacang.
"Sebab desensitisasinya mungkin saja bersifat sementara, dan alerginya bisa saja kembali," pungkasnya.
Baca juga: Terbiasa Konsumsi Kacang Sejak Kecil Dapat Turunkan Risiko Alergi (lll/vit)











































