Dijelaskan psikolog Dr Rose Mini M.Psi, ada tiga jenis gaya belajar yang biasanya dimiliki oleh anak-anak yakni gaya belajar visual, auditori dan kinestetik. Menurut wanita yang akrab disapa Bunda Romi ini, orang tua harus jeli melihat gaya belajar apa yang anak miliki.
Mengenal gaya belajar anak, lanjut Bunda Romi, bisa memudahkan orang tua untuk memilih metode stimulasi yang dapat mengembangkan kecerdasan majemuk anak. Selain itu, dengan mengenal gaya belajar anak, orang tua juga bisa dengan mudah mengajak anak belajar dengan proses yang menyenangkan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sebaliknya, jika orang tua yang menang, anak harus menulis. Dengan begitu belajar jadi menyenangkan tanpa harus mengesampingkan hobinya," lanjutnya ditemui di peluncuran MoriCare+ Prodiges Multiple Intelligence Play Plan di Lotte Shopping Avenue, Kuningan, Jakarta Selatan, dan ditulis pada Jumat (19/11/2015).
Baca juga: Belajar dari Pola Tidur Bayi, Ini Waktu Terbaik untuk Belajar
Kepada detikHealth beberapa waktu lalu, grafolog Deborah Dewi menuturkan pada anak yang memiliki gaya belajar visual, mereka bisa lebih senang pada aktivitas seperti mencoret-coret kertas atau sekadar melihat sesuatu yang menarik untuknya. Pada anak dengan gaya belajar auditori, coret-coret bisa mengasah kreativitasnya.
Begitupun pada anak dengan gaya belajar auditori di mana mereka lebih mengandalkan hal-hal yang mereka dengarkan untuk bisa mempelajari suatu hal. Sehingga, tak heran jika anak dengan gaya belajar auditori cenderung lebih banyak omong. Lain halnya pada anak dengan gaya belajar kinestetik di mana kreativitas dan kemampuan anak bisa lebih terasah dengan permainan peran.
"Sedangkan pada anak tipe kinestetik, dia lebih senang menyentuh apa yang dijumpai dan mempraktikkan apa yang dia dapat. Misalnya bermain peran sekaligus dia belajar sesuatu dari peran tersebut," kata wanita yang akrab disapa Debo ini.
Baca juga: Pola Belajar Seperti Apa Sih yang Paling Tepat untuk Anak-anak?
(rdn/vit)
