Data dari Morriston Hospital, Swansea menunjukkan bahwa dalam lima tahun terakhir ada 17 anak-anak yang dirawat karena mengalami luka bakar saat melakukan 'terapi' hirup uap tersebut. DalamĀ British Journal of General Practitioners, ahli bedah di Welsh Centre for Burns and Plastic Surgery meminta dokter dan perawat untuk berhenti merekomendasikan cara ini guna meredakan hidung tersumbat anak.
"Dilakukan tanpa pengawasan yang benar-benar ekstra, praktik yang sudah dikenal sejak dulu ini berisiko menyebabkan cedera. Sehingga, akan lebih baik jika cara ini dihentikan bukan?" tutur konsultan bedah plastik Sarah Hemington-Gorse, dikutip dari Daily Mail pada Kamis (17/12/2015).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: Yang Harus Dilakukan Ketika Hidung Meler dan Tersumbat
Sempat dirawat di ICU dan sudah diperbolehkan pulang, Finley mengalami sepsis hingga ia harus kembali dirawat di RS. Ibu Finley, Rachel mengatakan ia tidak akan pernah lagi melakukan cara itu ketika hidung anaknya tersumbat. Ia pun menyarankan orang tua untuk tidak lagi menggunakan cara tersebut.
"Berada di ruang beruap atau menghirup uap seperti yang banyak orang lakukan memang bisa memberi efek melegakan hidung tersumbat tapi hanya dalam jangka pendek. Untuk jangka panjangnya, saya rasa tidak ada manfaatnya dan justru akan timbul risiko bahaya ketika air mendidih tersebut tumpah," kata konsultan pediatri Dai Nguyen.
Meskipun, Nguyen sendiri mengembalikan keputusan akan melakukan metode itu atau tidak pada masing-masing orang tua. Setidaknya, tenaga medis memperingatkan bahwa menghirup uap air panas amat berbahaya karena berisiko menimbulkan luka bakar jika air tersebut sampai tumpah. Maka dari itu, butuh pengawasan ekstra hati-hati dari orang tua ketika hendak menerapkan metode tersebut pada anak.
Baca juga: Antibiotik Tak Efektif Diberikan Saat Anak Pilek, Ini Alasannya
(rdn/vit)











































