Selasa, 05 Jan 2016 15:30 WIB

Problem Ibu Menyusui

Tunda Waktu Menyusui dan Memerah ASI, Hati-hati Risiko Mastitis Mengintai

Ajeng Anastasia Kinanti - detikHealth
Foto: Thinkstock Foto: Thinkstock
Jakarta - Setelah terlupa menyusui atau memerah ASI, Anda merasa salah satu bagian payudara bengkak tak biasa dan nyeri, bahkan sampai demam? Bisa jadi Anda mengalami mastitis.

Disampaikan oleh konselor laktasi RS Hermina Bekasi, dr Sylvia Haryeny, IBCLC, mastitis adalah peradangan payudara, yang mungkin atau tidak disertai dengan infeksi, yang disebabkan oleh stasis ASI dan infeksi.

"Beberapa penyebab mastitis di antaranya menyusui yang kurang sering atau singkat-singkat, aliran ASI pada payudara tidak efektif, jaringan payudara rusak akibat trauma, dan kemasukan bakteri (biasanya karena puting luka atau retak)," tutur dr Sylvia kepada detikHealth, seperti ditulis pada Selasa (5/1/2016).

Baca juga: Hai Bunda, Jangan Salahkan ASI Jika Gumoh Bayi Bikin Kulitnya Memerah

Berbeda dengan bengkak biasa akibat ASI yang penuh, mastitis memiliki gejala yang lebih spesifik. Gejala tersebut yakni biasanya terjadi pada satu payudara di sebagian area saja, kulit payudara menjadi kemerahan, payudara teraba keras walaupun ASI sudah dikeluarkan, nyeri hebat, serta demam yang berlangsung lama pada ibu.

Jika gejala-gejala tersebut sudah muncul, segera konsultasikan ke dokter. Jika tidak, komplikasi berat dari mastitis yakni abses payudara bisa muncul. Abses adalah ketika sekumpulan nanah terbentuk di sebagian payudara. Payudara jadi bengkak nyeri, yang terasa seperti penuh cairan.

"Abses membutuhkan pembedahan dan pengeringan. Jika mungkin, biarkan bayi menyusui dari payudara tersebut. Tidak berbahaya untuk bayi. Akan tetapi, jika terlalu nyeri atau bila ibu tidak mau, ASI bisa diperah dan biarkan bayi mulai menyusu kembali dari payudara tersebut segera setelah nyeri berkurang, biasanya dalam 2-3 hari," imbuh dr Sylvia.

Ia menambahkan, penanganan mastitis yang baik sedari awal akan mencegah pembentukan abses. Biasanya penanganan mastitis adalah perbaiki proses pengeluaran ASI, bisa dengan menyusui lebih sering atau dipijat. Kompres hangat juga bisa dilakukan. Jika rasa nyeri tak tertahankan, obat analgesik biasanya akan diberikan.

Baca juga: Punya Bayi Laki-laki, Ibu Menyusui Dilarang Minum Sari Kedelai?


(ajg/up)
News Feed