Selasa, 05 Jan 2016 19:02 WIB

Problem Ibu Menyusui

Aliran ASI Terlalu Deras, Bayi Sering Tersedak dan Enggan Menyusu

Ajeng Anastasia Kinanti - detikHealth
Foto: thinkstock
Jakarta - Jika aliran ASI lancar, ibu tentu senang karena bayinya bisa mendapatkan asupan nutrisi cukup. Namun jangan salah, jika aliran ASI terlalu deras, bayi justru berisiko tersedak dan menjadi enggan menyusu lho.

Diakui oleh konselor laktasi RS Hermina Bekasi, dr Sylvia Haryeny, IBCLC, bahwa beberapa ibu memang memproduksi ASI lebih cepat dibandingkan ibu lainnya. Namun aliran ASI yang terlalu deras juga bisa muncul akibat faktor lainnya.

"Ini dapat disebabkan misalnya karena mengganti payudara dari satu payudara ke sisi lain sebelum bayi selesai menyusu pada payudara pertama. Bisa juga karena menunda atau masalah penjadwalan menyusui," tutur dr Sylvia kepada detikHealth, seperti ditulis pada Selasa (5/1/2016).

Selain itu, kondisi ini juga bisa disebabkan oleh ibu yang kerap menunggu bayi menangis sebelum menawarkan menyusui. Ini tentu akan membuat ASI menjadi 'menumpuk' di payudara. Ketika akhirnya ASI dikeluarkan, alirannya pun jadi terlalu deras.

Lantas bagaimana penanganan aliran ASI yang terlalu deras? Salah satunya adalah mengenali tanda-tanda bayi siap menyusu. Selain itu, susui bayi dengan posisi yang tepat. Ingat, saat menyusui penting bagi ibu untuk memberikannya sampai payudara terasa kosong alias sampai tuntas.

"Bisa juga ibu menyusui dengan posisi berbaring miring atau terlentang. Jika perlu, perah ASI sebelum menyusui bayi agar tak terlalu penuh," imbuh dr Sylvia.

Baca juga: Tunda Waktu Menyusui dan Memerah ASI, Hati-hati Risiko Mastitis Mengintai (ajg/up)