Dengan Penglihatan ala Kelelawar, Ruben Akhirnya Bisa Melihat Dunia

Dengan Penglihatan ala Kelelawar, Ruben Akhirnya Bisa Melihat Dunia

Rahma Lillahi Sativa - detikHealth
Selasa, 19 Jan 2016 10:38 WIB
Dengan Penglihatan ala Kelelawar, Ruben Akhirnya Bisa Melihat Dunia
Foto: Caters News Agency
Birmingham - Ruben Graham-Morris terlahir dalam keadaan buta total. Namun baru di umur delapan bulan, ia didiagnosis dengan sebuah penyakit genetik langka yang disebut Leber's congenital amaurosis.

Kondisi ini mempengaruhi retina mata Ruben. Bahkan kasus yang dialami Ruben tergolong sangat buruk hingga ia mungkin takkan pernah bisa melihat lagi untuk selamanya.

Meski begitu, sang ibu, Trudie ingin Ruben bisa hidup mandiri. Lalu ia memutuskan mencari lembaga-lembaga amal yang concern terhadap anak dengan gangguan penglihatan. Di situlah ia dipertemukan dengan Daniel Kish, presiden organisasi non-profit World Access for the Blind.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kebetulan Daniel sedang mengadakan workshop di Dorset, jadi kami mencoba bertemu dengannya, dan hasilnya sungguh di luar dugaan kami," kata Trudie.

Daniel yang juga tuna netra kemudian mengajari Ruben teknik yang disebut dengan echolocation. Tak banyak yang tahu bila inilah teknik yang digunakan kelelawar dan lumba-lumba untuk melihat dan melakukan navigasi.

Daniel Kish (Foto: Getty Images)

Cara kerjanya adalah mengirim gelombang suara ke lingkungan di sekitar yang bersangkutan. Bila 'echo' atau suaranya tadi mengenai obyek, maka ini akan memantul kembali ke arah sumber sehingga sumber dapat menentukan jarak obyek, termasuk ukuran dan bentuknya.

Dengan kata lain, seorang tuna netra dapat melihat apa yang ada di hadapannya lewat pantulan suara yang didengarnya tadi.

Baca juga: Cerita Hikmah, Mendidik Anak untuk Mandiri Meski Tak Bisa Melihat

Oleh Daniel, Ruben diajari menggunakan echolocation dengan membuat suara dari mulutnya sendiri. tepukan tangan dan dari tongkat. Tak disangka, Ruben pun bisa belajar dengan cepat. "Usianya masih sangat muda, dan kami tak mengira ia belajar sejauh itu," kata Trudie bangga, seperti dikutip dari berbagai sumber.

Hal ini diamini Daniel. Trudie juga terharu dengan usaha yang dilakukan Daniel untuk mengajari Ruben di tengah kesibukannya mengisi workshop di berbagai tempat. Daniel telah mempraktikkan echolocation sejak berumur 13 bulan, saat penglihatannya terenggut oleh kanker mata yang agresif.

Pria asal Amerika ini juga telah membantu ratusan tuna netra di penjuru dunia agar bisa hidup mandiri dengan menguasai teknik echolocation sepertinya. Terbukti, banyak dari mereka yang kini bisa melakukan berbagai kegiatan seorang diri, semisal bersepeda, menari, dan mendaki gunung.

Kini, di usia Ruben yang menginjak 8 tahun, bocah asal Birmingham itu sudah bisa berjalan seorang diri di tempat umum tanpa harus bergelayut di lengan sang ibu lagi. Bahkan berkat skill barunya itu, Ruben punya julukan baru, yaitu Bat Boy.

"Ini sungguh keren, saya jadi seperti superhero dan saya merasa lebih percaya diri," timpal Ruben.

Trudie saat ini juga tengah menggalang dana agar dapat membawa Ruben ke Amerika dan mendapatkan pelatihan lanjutan bersama Daniel.

Baca juga: Inspiratif, Anak Ini Juarai Lomba Lari Meski Matanya Tak Bisa Melihat (lll/vit)

Berita Terkait