Minggu, 31 Jan 2016 13:00 WIB

Studi: Anak Beranjak Remaja Jadi Masa-masa yang Paling Bikin Ibu Stres

Radian Nyi Sukmasari - detikHealth
Foto: Thinkstock
Jakarta - Banyak orang menganggap ketika anak masih bayi sampai balita menjadi masa yang membuat ibu stres. Namun, studi terbaru yang dilakukan peneliti di Arizona State University, Suniya Luthar dan Lucia Cicolla menemukan fakta yang bertolak belakang.

Dalam studinya, Luthar dan Cicolla menemukan justru ibu merasa bahagia ketika anaknya masih bayi atau sudah dewasa. Untuk studi ini, Luthar dan Cicolla melakukan survei online terhadap 2.200 ibu dengan tingkat pendidikan menengah dan anak dari usia bayi sampai dewasa. Peneliti melihat bagaimana perkembangan anak di usia bayi, pra-sekolah, sekolah dasar, sekolah menengah, dan dewasa memengaruhi kondisi ibu.

"Hasilnya kami menemukan ketika anak memasuki usia remaja yakni 11 sampai 14 tahun merupakan masa-masa yang paling menantang untuk ibu. Hal tersebut bisa terjadi karena periode itu merupakan transisi dari masa anak-anak ke remaja dengan adanya perubahan fisik, hormonal, dan kognitif," tutur Luthar.

Baca juga: Terlahir Tanpa Hormon, Remaja 17 Tahun Tak Bisa Puber

Kemudian, tahun-tahun sekolah menengah merupakan waktu di mana anak mulai memisahkan diri dari orang tuanya dan mulai membentuk identitas dirinya sendiri. Luthar menambahkan, perubahan yang terjadi pada anak termasuk pubertas, mulai tertarik dengan lawan jenis, tekanan sosial yang didapat di sekolah dan lingkungan pergaulan juga bisa dirasakan oleh ibu.

Luthar berpendapat, hal ini terjadi karena pada dasarnya ibu adalah seseorang yang akan merespons pertama kali ketika terjadi bahaya pada anak. Selain kekhawatiran, ibu juga bisa merasa kesepian, tidak puas, dan mengalami kepuasan hidup yang rendah. Lantas, untuk meminimalisir stres ibu yang putra-putrinya menginjak masa remaja, apa yang dapat dilakukan?

"Meski masa-masa itu pasti terjadi, tapi ibu bisa melakukan intervensi dengan memberikan pengetahuan pada anak tentang hal-hal yang tidak seharusnya mereka lakukan dan selalu beri dukungan pada anak. Tak kalah penting, jalin kedekatan dengan anak sejak ia kecil sehingga mereka terbiasa terbuka dengan Anda sehingga hal-hal yang tak diinginkan dapat dihindari," tutur Luthar seperti dikutip dari Eurekalert, Minggu (31/1/2016).

Baca juga: Agar Terhindar dari Tindak Kekerasan, Yuk Latih Anak Terbuka dengan Ortu


(rdn/vit)