Menurut Tim Dokter RS Sardjito, Begini Kondisi Adelia Setelah Cangkok Hati

Menurut Tim Dokter RS Sardjito, Begini Kondisi Adelia Setelah Cangkok Hati

Rahma Lillahi Sativa, Bagus Kurniawan - detikHealth
Kamis, 11 Feb 2016 18:46 WIB
Menurut Tim Dokter RS Sardjito, Begini Kondisi Adelia Setelah Cangkok Hati
Foto: Rahma Lillahi Sativa
Yogyakarta - Di usia yang masih begitu muda, Adelia Dwi Cahyo mungkin tak memahami apa yang terjadi kepadanya. Namun si kecil terlahir dengan kondisi yang disebut atresia bilier, sehingga membuat tubuhnya menguning dan hatinya lama-lama tak berfungsi lagi.

Ketua Tim Transplantasi Hati Adelia, Prof dr Mohammad Juffrie, PhD, SpA(K) menjelaskan, kondisinya mengakibatkan penyumbatan pada saluran empedu, yang bila dibiarkan akan merusak hati dan mengganggu metabolisme tubuh.

"Hati yang rusak ini makanya harus diganti dengan yang baru. Nah yang paling memungkinkan yaitu memakai hati dari donor yang paling dekat genetiknya, atau keluarga dekat," urainya di depan wartawan di Lobi Paviliun Amarta RSUP Dr Sardjito, Kamis (11/2/2016).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Untuk keperluan transplantasi, Adelia mendapat donor dari ibunya sendiri, Dwi Purwanti (33). Besaran hati yang diambil dari Dwi hanya sepertiganya saja, yaitu di lobus bagian kirinya. Operasi pun berhasil dilakukan pada bulan November lalu.

Baca juga: Adelia, Balita Pasien Cangkok Hati Pertama di RSUP Dr Sardjito

Setelah tiga bulan, kondisi medis putri pasangan Cahyo Kustaman (33) dan Dwi Purwanti itu pun dinyatakan membaik. "Kondisi Adelia dikatakan bagus karena indikator seperti fungsi hatinya sudah normal dan hati yang baru sudah 'nyambung' dengan pembuluh darah resipien," papar dr Juffrie.

Namun spesialis anak itu memastikan, timnya kini masih harus membantu Adelia untuk mengejar ketertinggalan tumbuh kembangnya yang mundur selama satu tahun karena penurunan fungsi hati. Saluran cerna dan juga perkembangan IQ Adelia juga akan menjadi perhatian.


Foto: lila/detikhealth


"Untuk melihat adanya reaksi penolakan, kami amati tiap hari sambil diberikan obat-obatan antipenolakan, yang dipakai di sini Tacrolimus. Biasanya kalau setelah 2-3 bulan tidak ada penolakan, InsyaAllah sudah baik, meski masih ada kemungkinan untuk itu," jelasnya.

dr Juffrie juga menjamin meski pemberian obat antipenolakan berlangsung seumur hidup Adelia, itu tidak akan berdampak pada tumbuh kembangnya. Bahkan Adelia tidak perlu takut berpantang makanan, Adelia bisa diberi berbagai jenis makanan dan diperkenankan beraktivitas normal, tanpa perlu khawatir terjadi gangguan pada organ hatinya.

Baca juga: Pria-pria Tangguh Ini Rela Hatinya Dipotong Demi Bayinya

Lantas bagaimana dengan sang ibu? Walaupun sebagian hatinya diambil untuk Adelia, tim dokter mengatakan hal itu tidak akan berdampak pada kesehatan Dwi sendiri. "Nanti juga tumbuh lagi," imbuh dr Juffrie.

Sementara itu Direktur RSUP Dr Sardjito, dr Mochammad Syafak Hanung menambahkan total biaya yang dihabiskan untuk proses transplantasi ini mencapai Rp 1.648.603.285. Dana sebagian ditanggung oleh BPJS yaitu Rp 150 juta, selebihnya pihak rumah sakit. Pihak keluarga sama sekali tidak dibebani biaya.

Salah satu tim dokter transplantasi hati Adelia, dr Ahmad Mahmudi, SpB, SpBA, mengaku gembira dengan keberhasilan operasi ini karena telah memberikan harapan baru, terutama dalam menangani kasus bayi lahir dengan kuning.

"Secara umum tidak ada kesulitan, lancar walaupun 16 jam. Kami justru bersyukur karena operasi kemarin tidak membutuhkan transfusi darah sama sekali. Kita sempat khawatir adanya kebocoran-kebocoran dan infeksi, inipun juga tidak terjadi," urainya dalam kesempatan yang sama.


Foto: lila/detikhealth
(lll/vit)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads