"Pemberian ASI juga berpengaruh ke mental anak karena ASI tidak hanya sekadar memberi asupan pada anak tapi juga stimulasi, dielus kepala anak sambil disusui kan itu bikin anak dapat kedamaian dan chip otaknya lebih banyak," tegas Menteri Kesehatan Nila Moeloek di Balai Kartini, Jl Jend Gatot Subroto, Jakarta, Selasa (22/3/2016).
Sehingga, Menkes Nila menekankan pasti ada korelasi kasih sayang ketika ibu menyusui bayinya. Untuk itu, Menkes Nila juga menekankan pentingnya memperpanjang masa pemberian ASI sampai anak usia 2 tahun.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: Dengan Menyusui, 20 Ribu Kematian Akibat Kanker Payudara Bisa Dicegah
Meski demikian, Menkes Nila mengaku cukup bangga dengan kenaikan jumlah prevalensi ibu menyusui yang berdasarkan hasil studi Lancet Breastfeeding Series sudah mencapai 65 persen. Jumlah ini meningkat dibanding data Riset Kesehatan Dasar 2013 dengan jumlah 38 persen.
"Memberi ASI pada anak-anak merupakan jasa kita para wanita untuk membawa Indonesia menjadi negara yang lebih baik karena kita menciptakan generasi muda, SDM yang berkualitas, dengan mental yang baik," kata Menkes Nila.
Apalagi, dengan memberi ASI, dikatakan Menkes Nila, ibu tidak perlu repot membuat susu dan pastinya bisa lebih menghemat waktu. Dalam waktu dekat, Kemenkes juga akan meluncurkan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat yang berokfus pada kegiatan promotif dan preventif dengan pendekatan keluarga. Penggalakkan program ASI eksklusif juga perpanjangan pemberian ASI sampai anak berusia 2 tahun pun termasuk di dalamnya.
Baca juga: ASI Bisa Berubah Saat si Kecil Sakit?
(rdn/up)











































