Selasa, 22 Mar 2016 16:29 WIB

Menkes: Pemberian ASI Juga Pengaruhi Kesehatan Mental Anak

Radian Nyi Sukmasari - detikHealth
Foto: thinkstock Foto: thinkstock
Jakarta - Di samping memberi asupan gizi cukup dan seimbang, pemberian air susu ibu (ASI) pada anak juga memilki dampak positif bagi perkembangan mentalnya. Sebab, dalam proses itulah terjalin ikatan kasih sayang antara ibu dan anak.

"Pemberian ASI juga berpengaruh ke mental anak karena ASI tidak hanya sekadar memberi asupan pada anak tapi juga stimulasi, dielus kepala anak sambil disusui kan itu bikin anak dapat kedamaian dan chip otaknya lebih banyak," tegas Menteri Kesehatan Nila Moeloek di Balai Kartini, Jl Jend Gatot Subroto, Jakarta, Selasa (22/3/2016).

Sehingga, Menkes Nila menekankan pasti ada korelasi kasih sayang ketika ibu menyusui bayinya. Untuk itu, Menkes Nila juga menekankan pentingnya memperpanjang masa pemberian ASI sampai anak usia 2 tahun.

"Saya miris sekali melihat berita di televisi ketika remaja kita bertindak anarkis bahkan sudah mengakses pornografi. Ini kan berkaitan dengan mental mereka yang harusnya bisa dibentuk dengan baik sejak kecil, salah satunya melalui pemberian ASI," kata Menkes Nila.

Baca juga: Dengan Menyusui, 20 Ribu Kematian Akibat Kanker Payudara Bisa Dicegah

Meski demikian, Menkes Nila mengaku cukup bangga dengan kenaikan jumlah prevalensi ibu menyusui yang berdasarkan hasil studi Lancet Breastfeeding Series sudah mencapai 65 persen. Jumlah ini meningkat dibanding data Riset Kesehatan Dasar 2013 dengan jumlah 38 persen.

"Memberi ASI pada anak-anak merupakan jasa kita para wanita untuk membawa Indonesia menjadi negara yang lebih baik karena kita menciptakan generasi muda, SDM yang berkualitas, dengan mental yang baik," kata Menkes Nila.

Apalagi, dengan memberi ASI, dikatakan Menkes Nila, ibu tidak perlu repot membuat susu dan pastinya bisa lebih menghemat waktu. Dalam waktu dekat, Kemenkes juga akan meluncurkan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat yang berokfus pada kegiatan promotif dan preventif dengan pendekatan keluarga. Penggalakkan program ASI eksklusif juga perpanjangan pemberian ASI sampai anak berusia 2 tahun pun termasuk di dalamnya.

Baca juga: ASI Bisa Berubah Saat si Kecil Sakit?

(rdn/up)
News Feed