Senin, 02 Mei 2016 18:33 WIB

Bingung Memilih Nama untuk Bayi? Coba Pertimbangkan Saran Psikolog Ini

Muhamad Reza Sulaiman - detikHealth
Foto : Thinkstock Foto : Thinkstock
Jakarta - Nama memegang peranan penting dalam hidup. Dalam agama diajarkan bahwa nama adalah doa yang dipanjatkan orang tua untuk anaknya.

Namun jika dilihat dari sisi psikologis, ada beberapa alasan mengapa orang tua memberikan nama tertentu untuk Anda. Penasaran? Cara tercepat untuk mendapatkan jawaban tentunya dengan bertanya langsung kepada orang tua.

Nah, psikolog sekaligus penulis Susan Krauss Whitbourne, PhD dari Columbia University menulis di laman Psychology Todak bahwa ada beberapa pertimbangan yang diambil orang tua sebelum akhirnya memberikan bayi sebuah nama. Apa saja?

Baca jugaStudi: Menggambar Kaligrafi Bisa Tingkatkan Kemampuan Memori Otak

1. Latar belakang keluarga

Dr Whitbourne mengatakan salah satu pertimbangan utama dalam menentukan nama bayi adalah latar belakang keluarga. Jika Anda berasal dari keluarga sukses dengan riwayat yang panjang, kemungkinan besar Anda akan mempunyai nama yang sama dengan leluhur atau sepuh keluarga.

Dijelaskan Dr Whitbourne bahwa keluarga dengan sejarah yang panjang memiliki suatu kebanggaan tersendiri. Karena itu tidak aneh jika dalam satu keluarga besar ada 2 atau 3 orang dengan nama yang sama.

"Memang sedikit mengganggu jika pada acara keluarga nama Anda disebut dan ada tiga orang yang menyahut. Namun memiliki nama sama dengan keluarga membuat rasa persatuan semakin kuat," ungkapnya.

2. Jenis kelamin

Jenis kelamin juga menentukan nama bayi. Orang tua tentu saja tidak akan memberikan nama feminim kepada bayi laki-laki, begitu juga sebaliknya.

Namun Dr Whitbourne mencatat ada pergeseran di tahun-tahun belakangan, nama anak tak selalu harus 'sesuai gender'. Orang tua sekarang lebih cenderung memberikan nama netral kepada anaknya dengan harapan karir anak di masa depan tak terhambat gara-gara nama.

"Prinsip balon biru untuk anak laki-laki dan balon pink untuk anak perempuan masih berlaku, namun mengalami penurunan. Dengan memberikan nama netral kepada anak orang tua berharap anak bisa lepas dari stereotipe jenis kelamin," tuturnya.

Baca jugaPeneliti: LSD Membuat Otak Manusia Dewasa Menjadi Seperti Bayi

3. Tokoh atau idola

Memiliki seorang tokoh dan idola yang dikagumi juga berperan dalam pertimbangan orang tua memilih nama anak. Ide dasarnya, orang tua berharap anak memiliki pengaruh yang sama dengan idola atau tokoh tersebut di masa depan.

"Dengan menggunakan nama tokoh atau idola pop misalnya, orang tua berharap anak mereka bisa memiliki pencapaian yang sama atau pengaruh di lingkungan," tuturnya.

Ia menegaskan tokoh atau idola tidak hanya berasal dari televisi. Beberapa orang tua masih memberikan nama anaknya berdasarkan tokoh atau idola legenda kebudayaan, humanitarian bahkan tokoh agama. (mrs/vit)