Pemimpin studi Daniel Abrams dari departemen ilmu psikiatri dan perilaku Stanford University School of Medicine mengatakan eksperimen yang dilakukan pada 24 anak usia 7-12 tahun menunjukkan ada aktivitas otak nyata ketika anak mendengar rekaman suara ibunya. Aktivitas yang sama tak muncul ketika anak diperdengarkan rekaman suara wanita lain.
"Kita tahu bahwa mendengar suara ibu dapat menjadi sumber penting kenyamanan emosional untuk anak. Di sini kami mencoba memperlihatkan sirkuit-sirkuit biologis yang mendasari hal tersebut," kata Abrams seperti dikutip dari Live Science, Selasa (17/5/2016).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dengan menggunakan alat pemindai peneliti melihat otak bagian emosi, pengenalan wajah, dan penghargaan anak akan menyala lebih terang ketika mendengar suara ibunya. Hal ini dikatakan peneliti menunjukkan bahwa ada banyak area otak yang terlibat sehingga menjelaskan mengapa anak bisa dengan sangat cepat mengenali suara ibu.
"Luasnya daerah otak yang terlibat benar-benar mengejutkan," kata Profesor Psikiatri Vinod Menon.
Peneliti lebih jauh juga melihat bahwa semakin banyak area otak anak yang terlibat ketika mendengar suara ibu, semakin baik pula kemampuan komunikasinya. Hal ini akan diteliti lagi dengan menghubungkannya dengan anak yang punya masalah komunikasi seperti karena autisme.'
Baca juga: Saat Bayi Rewel, Bersenandung Lebih Menenangkan Dibanding Mengajak Bicara (fds/vit)











































