Bisa Melekat di Ingatan, Jangan Sampai Terlihat Anak Saat Ortu Bercinta

Bisa Melekat di Ingatan, Jangan Sampai Terlihat Anak Saat Ortu Bercinta

Nurvita Indarini, Martha HD - detikHealth
Selasa, 24 Mei 2016 18:33 WIB
Bisa Melekat di Ingatan, Jangan Sampai Terlihat Anak Saat Ortu Bercinta
Foto: thinkstock
Jakarta - Kegiatan bercinta lumrah dilakukan pasangan suami istri. Tapi ingatlah untuk melakukannya di tempat dan waktu yang aman agar tidak terlihat oleh anak. Sebab sekali dia melihatnya, bisa melekat di ingatannya.

Nah, peristiwa yang melekat di ingatan ini bisa jadi membuat anak malu tapi penasaran. Jika tidak mendapat pendidikan seks yang memadai, maka anak bisa coba-coba melakukan kegiatan yang sama. Yang dikhawatirkan adalah bila anak atau remaja tidak bisa mengontrol diri dan nafsunya, sehingga malah melakukan pencabulan atau pemerkosaan.

"Di usia pubertas, anak seharusnya belajar untuk mengontrol dirinya. Dan memang di usianya segitu tidak boleh melakukan kegiatan seperti itu. Mungkin hal itu dikarenakan anak yang menonton film porno atau di rumah ia melihat orang tuanya berhubungan intim," tutur psikolog keluarga, Anna Surti Ariani, MPsi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain itu, kebiasaan anak menonton ataupun memainkan game yang berbau sadistik dikhawatirkan turut menyumbang perilaku kekerasan yang dilakukan anak. Belum lagi jika mereka gemar menjajal game-game yang tak hanya menawarkan sadistik tapi juga erotisme.

"Kondisi ini biasanya karena orang tua tidak bisa mengawasinya dengan berbagai alasan misalnya sibuk atau orang tua yang sedang ada masalah dengan keluarga atau sedang ada masalah perceraian sehingga anak tidak bisa diawasi sepenuhnya. Seharusnya orang tua walaupun sedang sibuk atau apapun yang terjadi dan dialami olehnya, pengawasan anak jangan terabaikan," papar perempuan yang akrab disapa Nina ini.

Baca juga: Pentingnya Ajarkan Cara Perlindungan Diri pada Anak untuk Hindari Pencabulan

Hal senada disampaikan sikolog anak dan remaja dari RaQQi - Human Development & Learning Centre, Ratih Zulhaqqi. Munculnya hasrat seks yang terlalu dini dan bahkan membuat anak kemudian melakukan aktivitas seks, awalnya merupakan coba-coba.

"Mungkin kalau anak-anak yang mengalami, sepertinya random sih ya. Mereka hanya mencoba-coba dari hasil melihat orang tuanya melakukan atau nonton film atau game yang mereka mainkan sehingga melakukan hal tersebut," papar Ratih saat dihubungi terpisah.

Terkait kenikmatan seksual, Ratih pernah menjumpai kasus di mana anak laki-laki usia 3 tahun yang penisnya bisa berdiri setelah dirangsang. Kasus lainnya, anak perempuan usia 3 tahun yang gemar masturbasi.

"Itu karena awalnya random, tidak sengaja klitorisnya terasa enak saat terkena shower untuk membersihkan vaginanya. Kemudian anak malah berusaha untuk mencarai kesempatan melakukan itu karena enak," kisah Ratih.

Baca juga: Tepergok Bercinta oleh Anak? Jangan Panik, Atasi dengan Cara Ini

Lalu bagaimana mengatasinya? Orang tua tidak perlu marah-marah saat menjumpai balitanya bermasturbasi. Justru seharusnya anak diberi edukasi.

"Kita kasih dia treatment seperti mengedukasinya kalau kayak gitu bisa bikin tangan luka atau jorok. Tidak bisa bilang kalau itu dosa atau hal lainnya," imbuh Ratih.

(/vit)

Berita Terkait