Kamis, 26 Mei 2016 14:47 WIB

Merayakan Ultah Anak Punya Dampak Positif bagi Psikis Mereka Lho

Radian Nyi Sukmasari - detikHealth
Foto: thinkstock
Jakarta - Anak berulang tahun lantas momen tersebut dirayakan sudah menjadi hal yang lumrah. Tapi, tak sekadar momen perayaan saja, pesta ulang tahun juga memiliki makna tersendiri bagi anak.

Seperti diungkapkan psikolog anak Fathya Artha Utami, MPsi, meski manfaat pasti perayaan ulang tahun tidak ada, tetapi dengan dirayakan ulang tahunnya, anak merasa dirinya penting. Apalagi, saat hari ulang tahun pun anak-anak banyak mendapat ucapan dari orang di sekitarnya.

"Dia bisa merasakan hal-hal yang menyenangkan. Dia merasa spesial. Dia merasa keberadaannya dihargai oleh lingkungan dan pastinya pesta ultah ini ya untuk kesenangan anak kan ya," tutur Fathya Peluncuran Buku 'Anti Panik Mengasuh Bayi (0-3 Tahun)' oleh TigaGenerasi di Rumah Ranadi, Jl Jeruk Purut, Jakarta Selatan, Kamis (26/5/2016).

Bisa merasa dirinya dihargai menurut Fathya sudah bisa dialami anak sejak dia berusia 1 tahun. Sebab, di usia 1 tahun anak sudah mulai belajar mengenali identitas dirinya. Sehingga, di usia berapa ulang tahun anak ingin dirayakan itu kembali pada keputusan orang tua.

Baca juga: Ini Akibatnya Jika Orangtua Punya Anak Kesayangan

Tapi, dikatakan Fathya umumnya anak sudah bisa menikmati pesta yang digelar misalnya sembari berlari-lari dan bermain bersama teman ketika mereka berusia 2-3 tahun. Untuk perayaannya pun tak perlu dengan pesta mewah. Sekadar mengundang kerabat dengan adanya sajian nasi kuning dan kue misalnya, itu sudah cukup.

"Yang penting saat hari ulang tahunnya anak itu merasa spesial. Dia kan saat ulang tahun jadi center of interest kan satu hari itu. Kalau dia lagi ultah tapi dicuekin kan sama saja, dia merasa keberadaannya nggak diakui dan merasa nggak dihargai," tutur Fathya.

Nah, ketika orang tua lupa akan hari ulang tahun anak tapi anak memberi tanda misalnya menaruh topi ultah di kamar orang tuanya, menurut Fathya itu bagus. Ketimbang anak diam saja, menjauhi orang tuanya lalu ngambek, dan tidak menyampaikan isi hatinya.

Baca juga: Jangan Main Gadget Terus, Ini 5 Manfaat Sehat Anak Bermain di Luar Rumah


(rdn/up)