Psikolog anak dan remaja dari RaQQi - Human Development & Learning Centre, Ratih Zulhaqqi, tidak menyarankan orang tua memarahi anak di depan umum untuk menghentikan tantrumnya. Meskipun anak masih kecil, dengan memarahinya di depan umum bisa memengaruhi kepercayaan dirinya.
"Cobalah untuk mengajak anak ke tempat yang aman atau didudukkan di pojokan sampai anak tenang," saran Ratih.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: Yuk Kenali, Hal-hal Ini Juga Bisa Bikin si Kecil Tantrum
Jika anak melawan secara luar biasa untuk digendong, perempuan yang akrab disapa Nina ini menyarankan orang tua untuk 'meninggalkannya'. Bukan meninggalkan karena tidak peduli, tapi meninggalkan anak ke tempat lain yang tidak terlalu jauh. Ini menunjukkan bahwa orang tua memang tidak akan memenuhi keinginan anak, meskipun anak sudah mengeluarkan senjata berupa menangis kencang hingga berguling-guling.
"Misalnya anaknya nangis di toko mainan atau di area cokelat di swalayan, anaknya tahu orang tua nggak bakal beliin lalu mereka tetap nangis, jangan nyerah. Kita tinggalin saja anaknya, misalnya ke toko sebelah atau ke bagian lainnya tapi masih dalam jangkauan. Nanti juga anaknya bakal ngikutin orang tuanya ke mana," tutur Nina.
Cara seperti itu, lanjut Nina, memang harus mulai dibiasakan sejak dini. Sebab bisa jadi kebiasaan 'mengancam' dengan tangisan atau membanting barang akan tetap berlangsung hingga anak besar saat mereka menginginkan sesuatu.
"Banyak banget ditemui anak SD atau SMP yang nangis-nangis sampai banting barang kalau nggak dibeliin barang," kata Nina.
Nah, jika kebiasaan ini berlangsung hingga anak besar dan tumbuh dewasa tentunya akan sulit dihilangkan.
Baca juga: Anak Gemar Memukul Dirinya Saat Tantrum? Coba Berikan Pelukan Beruang
(vit/ajg)











































