Senin, 30 Mei 2016 20:09 WIB

Memahami Tantrum si Kecil

Untuk Efek Jera, Perlukah si Kecil Dikurung Saat Tantrum?

Martha HD - detikHealth
Foto: thinkstock
Jakarta - Tantrum memang hal yang wajar dialami anak usia 1,5 hingga 4 tahun. Meski wajar, anak juga perlu diarahkan agar tantrumnya tidak menetap hingga dewasa. Untuk efek jera, perlukah anak dikurung saat tantrum?

"Kalau dikurungnya bareng orang tua sih oke. Tapi kalau anak dikurung sendirian apalagi tempatnya yang gelap nah itu nggak boleh karena bisa menimbulkan trauma pada anak," jelas psikolog anak dan remaja dari RaQQi - Human Development & Learning Centre, Ratih Zulhaqqi dalam perbincangan dengan detikHealth.

Sementara menurut psikolog keluarga, Anna Surti Ariani, MPsi, jika memang perlu mengurung anak, maka ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Misalnya jangan mengurung anak di ruangan yang bisa membahayakan, contohnya kamar mandi. Karena licin, anak bisa terpeleset saat sedang dikurung.

Selain itu jangan mengurung anak di ruangan yang ada mainannya. Tujuan mengurung anak adalah untuk memberi tahu bahwa apa yang dilakukan salah, sehingga bisa berkonsekuensi dengan dikurung. Tapi jangan pernah menjadikan kegiatan ini sebagai sarana menghukum anak sehingga membuat anak menjadi trauma.

Baca juga: Yuk Kenali, Hal-hal Ini Juga Bisa Bikin si Kecil Tantrum

"Kalau mau ngurung anak jangan lakukan di kamar mandi karena risiko anak terpeleset yang bisa membahayakan anak. Atau anak nggak boleh masuk rumah nanti bisa jadi anak keluyuran terus hilang atau diculik," tutur perempuan yang akrab disapa Nina ini.

Terkait waktu mengurung pun disesuaikan dengan usia anak. "Misalnya anak usia satu tahun dikurung satu menit. Usia 5 tahun dikurung 5 menit," lanjutnya.

"Mengurung itu efektif jangka pendek," imbuh Nina. Karena itu jika anak sedang tantrum, jangan serta-merta mengurungnya. Sebaiknya orang tua sensitif dengan penyebab anak tantrum. Selain itu berilah waktu bagi anak untuk melepaskan energinya, namun orang tua juga harus tegas pada aturan yang dibuatnya.

Umumnya tantrum akan menghilang saat usia anak 3 atau 4 tahun. Namun pada beberapa kasus, tantrum ada yang terbawa hingga dewasa. Karena itu, meski tantrum merupakan hal yang wajar, jangan pula dibiarkan. Anak perlu diarahkan agar tantrumnya tidak menetap dan pada akhirnya bisa menjadi masalah bagi negara, misalnya anak jadi pelanggar aturan di jalanan.

Ratih menimpali, jika tantrum tetap dimiliki hingga dewasa maka yang bersangkutan menjadi sosok dengan pribadi kurang oke. Akibatnya yang bersangkutan sering kesulitan mengontrol diri dan bahkan bisa menjadi pelaku bullying.

"Namun, itu perlu pemeriksaan lebih langjut kalau sampai pelaku bullying begitu karena belum tentu karena tantrum," ucap Ratih. (vit/up)