Bangun Kepercayaan, Cara Indra Birowo Batasi Pemakaian Gadget pada Anak

Bangun Kepercayaan, Cara Indra Birowo Batasi Pemakaian Gadget pada Anak

Radian Nyi Sukmasari - detikHealth
Selasa, 07 Jun 2016 13:35 WIB
Bangun Kepercayaan, Cara Indra Birowo Batasi Pemakaian Gadget pada Anak
Indra Birowo bersama istri dan anaknya (Foto: Gus Mun/detikHOT)
Jakarta - Aktor Indra Birowo dan sang istri, Noella atau akrab disapa Ui membatasi penggunaan gadget pada kedua putranya, Arkananta Putra Birowo (10) dan Mahija Shafiq Birowo (5). Baik Arka atau Mahija hanya boleh main gadget di akhir pekan dengan durasi tak lebih dari 30 menit.

"Susah nggak susah memang menerapkan itu. Tapi itu bisa dilakukan awalnya bagaimana komunikasi kita dengan anak. Caranya, bagaimana anak itu comfort sama kita, nggak takut, respect, dan terbiasa berkomunikasi serta mengungkapkan perasaannya ke kita," ungkap Indra ketika berbincang dengan detikHealth.

Agar sang anak bisa nyaman berbicara dengan orang tuanya, sejak mereka kecil Indra sudah membiasakan menjalin komunikasi dua arah dengan mereka. Nah, ketika sudah ada komunikasi dan saling percaya, hanya dengan memberi arahan saja menurut Indra sang anak bisa mengerti dan tak lagi berlebihan main gadget.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Misalnya paling gampang, pas anak saya kebanyakan main gadget saya bilang mata 'Papa lihat mata kamu twitching, itu nggak normal, berarti ada kesalahan. Temen kamu ada yang twitching juga?' terus kata dia nggak ada. Saya tanya lagi berarti gara-gara apa. Dia sendiri yang jawab terlalu banyak main gadget. Nah, berarti kan dia punya alasan, punya jawaban yang dia butuhkan jadi nggak skeadar dilarang," tutur pemain 'The Wedding & Bebek Betutu' ini.

Indra sadar jika anak-anak ketika sedang asyik bermain tidak bisa langsung diberhentikan begitu saja. Untuk itu, pria berkumis ini lebih mengedepankan kompromi dengan sang anak. Contohnya ketika tiba waktu mandi dan salat Maghrib tapi Arka sedang bermain game, maka Indra memberi jeda waktu 5 menit lagi untuk menyelesaikan game.

Baca juga: Cara Jitu Atasi Anak Ngambek Ala Artika Sari Devi dan Donna Agnesia


Dengan begitu, ada win win solution di mana Arka bisa mencapai poin pada game-nya dan Indra berhasil menyuruh Arka untuk mandi kemudian salat. Dalam membesarkan anak, Indra sebisa mungkin menghidnari memukul, membentak, atau memarahi anak yang mana bisa membuat mereka trauma dan bisa mengalami gangguan dalam perkembanganya.

"Tapi bukan berarti saya nggak pernah marah. Ada kalanya saya memang marah tapi sebisa mungkin dikurangi. Kalau bisa dibicarakan, anak diajak kompromi, lebih baik kan," imbuhnya.

Jadi Sumber Informasi Pertama untuk Anak

Menjadi sosok yang dipercaya oleh anak juga membuat Indra serta Ui menjadi sumber informasi pertama bagi sang anak. Urusan soal kesehatan, makanan, pengetahuan pun selalu ditanyakan Arka maupun Mahija kepada papa dan mamanya. Dengan begitu, Arka dan Mahija tak perlu mencari informasi dari orang lain lebih dulu.

Namun, untuk kasus yang agak 'berat' misalnya perkosaan, diusahakan Indra supaya kedua putranya tidak mengetahui hal itu. Hanya saja, ketika peristiwa nbom Thamrin Januari lalu, Arka sempat menanyakan apa itu teroris pada Indra.

"Akhirnya saya kasih tahu bahwa teroris itu orang yang jahat sama orang lain, melukai orang lain. Jadi memang nggak semua orang itu baik. Awalnya memang Arka takut karena dipulangin dari sekolah kan. Kalau Mahija sih senang-senang aja. Minimum saya jelaskan kalau teroris itu pokoknya jahat deh," kata Indra.

"Namanya anak-anak dia bilang kalau teroris itu kalahnya sama polisi ya Pa, sama jagoan. Berarti nanti kalau ketemu mau aku tembak kayak Iron Man gitu. Ya namanya juga anak-anak. Yang penting ada nalar yang bisa mereka terima ya," pungkas Indra.

Baca juga: Ini yang Perlu Dilakukan Ortu Agar Anak Tak Kebablasan Gunakan Gadget

(rdn/vit)

Berita Terkait