Meski Lahir Bareng, Anak Kembar Ini Berasal dari Sel Telur yang Berbeda Lho

Meski Lahir Bareng, Anak Kembar Ini Berasal dari Sel Telur yang Berbeda Lho

Rahma Lillahi Sativa - detikHealth
Senin, 13 Jun 2016 13:39 WIB
Meski Lahir Bareng, Anak Kembar Ini Berasal dari Sel Telur yang Berbeda Lho
Foto: talk to the press
Jakarta - Mempunyai anak kembar memberikan kegembiraan tersendiri bagi pasangan suami istri. Tetapi bila si kembar dihasilkan dari dua sel telur yang berbeda dan dibuahi di waktu yang berbeda pula, lebih unik lagi, bukan?

Inilah yang terjadi pada buah hati Susie Chong dan Matthew Beasley. Keduanya diberitahu jika si kembar Leni dan Jenson yang lahir 16 bulan lalu adalah kembar yang tak biasa. Leni dan Jenson merupakan hasil dari fenomena langka yang disebut 'superfoetion'.

Superfoetion adalah sebuah kondisi di mana janin tumbuh atau terbentuk di dalam rahim ketika sudah ada satu janin lain yang lebih dulu tumbuh.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Baca juga: Kenapa Memiliki Anak Kembar Bisa Diwariskan?

Mulanya, pasangan asal Beaconsfield, Buckinghamshire itu malah tak percaya jika Susie mengandung lagi. Sebab ia baru saja melahirkan anak keduanya, Hendrix.

Wanita berumur 36 tahun itu memutuskan mendatangi rumah sakit karena dokter sempat menduga jika dalam tubuh Susie terdapat kista pada ovariumnya sehingga harus segera dioperasi. Tetapi begitu Susie menjalani pemeriksaan menjelang operasi, dokter malah menemukan jika wanita ini tengah hamil lagi. Usia kandungannya saat itu sudah enam pekan.

Susie pun terkejut karena ia sebenarnya sedang mengonsumsi pil kontrasepsi. Apalagi saat menjalani pemeriksaan di usia kandungan tujuh pekan, dokter dari Wrexham Park Hospital mendengar dua detak jantung dalam rahim Susie.

"Saya terkejut karena bisa hamil lagi, dan lebih mengagetkan lagi ketika mendengar janin yang ada dalam kandungan saya adalah kembar," ungkap ibu empat anak itu, seperti dilaporkan Daily Mail.

Hasil scan kehamilan Susie Chong saat mengandung anak kembarnya yang langka. (Foto: talk to the press)

Tak hanya itu, sang dokter juga mengemukakan jika kedua janin Susie memiliki ukuran yang berbeda, salah satunya lebih kecil, sehingga ia menduga kedua janin tersebut berasal dari dua sel telur yang berbeda dan dibuahi secara terpisah.

Belakangan baru ketahuan jika perbedaan ukuran kedua janin itu merupakan sebuah fenomena langka yang disebut 'superfoetion' dan kedua janin dibuahi dengan jarak 10 hari. "Kami belum pernah mendengar hal semacam ini sebelumnya, dan kami tidak mengira ini bisa terjadi," tambahnya.

Baca juga: Rahasia si Kembar, Mana Kakak Mana Adik?

Kehamilan ini pun berjalan lancar, dan kedua janin tumbuh dengan baik, meskipun janin yang dibuahi belakangan tetap lebih kecil dari sang kakak. Kembar laki-laki dan perempuan itu akhirnya lahir pada bulan Desember lalu. Leni yang dibuahi belakangan lahir dengan berat 1,7 kg, sedangkan berat lahir Jenson mencapai 2,1 kg.

Keduanya baru diperbolehkan pulang setelah dipindahkan ke unit perawatan khusus selama 10 hari. (lll/vit)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads