Selasa, 21 Jun 2016 13:33 WIB

Hal Sepele yang Dilakukan Ortu Bisa Bentuk Body Image Negatif Anak

Radian Nyi Sukmasari - detikHealth
Ilustrasi ayah dan anak (Foto: thinkstock)
Jakarta - Body image atau citra diri adalah bagaimana cara seseorang memandang tubuh mereka. Nah, terdapat dua macam body image yakni positif dan negatif. Pada anak pra-remaja yakni usia 10-12 tahun, body image yang mereka miliki amat dipengaruhi peran orang tua.

Psikolog anak dan remaja Sutji Sosrowardojo mengatakan seyogianya orang tua bisa menjadi role model agar anak bisa memiliki body image positif. Sayang, tanpa disadari kadang ada hal-hal yang dilakukan orang tua dan bisa membuat anak memiliki body image negatif.

"Misal di meja makan, mamanya ngeluh kok perutnya gendutan, berat badannya naik nih. Terus bapaknya bilang pengen badannya kayak Tom Cruise misalnya. Hal-hal kayak gitu bikin anak punya persepsi bahwa orang tuanya nggak pernah puas sama tubuhnya sendiri," kata Sutji.

Padahal, bisa saja menurut si anak ibunya cukup cantik dan sangat keibuan. Kebiasaan orang tua yang suka mengeluh soal kondisi tubuhnya juga akan membuat anak berpikir ada apa dengan tubuh orang tuanya. Si anak pun bisa saja melihat apakah ada yang kurang dengan dirinya.

"Yang sering lagi, orang tua foto-foto nih pake kamera 360 terus sebelum diposting di sosmed dipoles-poles dulu. Kan yang kayak gitu menunjukkan bahwa si ayah atau ibu tidak puas dengan tubuhnya," kata Sutji di sela-sela Media Gathering Drink Move Be Strong di The Hermitage, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (21/6/2016).

Baca juga: Saling Berbagi Juga Berdampak Positif bagi Psikis Anak Lho

Namun, Sutji menekankan menjadi hal yang wajar ketika seseorang merasa ada yang kurang dengan kondisi tubuhnya. Tapi, hal terpenting adalah bagaimana bisa menerima kekurangan itu sebagai sebuah anugerah sehingga orang tersebut bisa mensyukuri keadaan tubuhnya.

Ketika anak dirinya secara fisik kurang sempurna, penting bagi orang tua menekankan pada anak bahwa kelebihan yang ia miliki tak hanya sekadar kondisi fisik. Sehingga, kedepankan kelebihan anak yang lain misalnya dari sisi kepribadian, budi pekerti, dan karakter.

"Walaupun anak tubuhnya agak gemuk, tapi dia ceria, kedepankan bahwa dia bisa menghibur orang lain. Atau walau dia agak pendek tapi bisa masuk grup baseball. Beri apresiasi pada anak dan jangan lupa terapkan gaya hidup sehat yakni tetap aktif dan memenuhi asupan gizi seimbang," kata Sutji.

Baca juga: Psikolog Ungkap Bahayanya Menjelek-jelekkan Mantan Pasangan di Depan Anak


(rdn/vit)