Kamis, 30 Jun 2016 11:05 WIB

Cara Memotivasi Anak Agar Berprestasi Tanpa Membuatnya Merasa Tertekan

Radian Nyi Sukmasari - detikHealth
Ilustrasi anak belajar (Foto: thinkstock) Ilustrasi anak belajar (Foto: thinkstock)
Jakarta - Memiliki anak yang berprestasi di sekolah pastinya jadi hal yang membahagiakan bagi semua orang tua. Untuk itu, sudah menjadi hal yang lumrah ketika orang tua berusaha memotivasi sang anak agar rajin belajar hingga bisa berprestasi di sekolah.

Namun, patut diingat bahwa dalam memotivasi anak untuk berprestasi di sekolah, jangan sampai membuat dia tertekan dan depresi. Sebab, studi dalam Journal of Personality baru-baru ini mengatakan ketika orang tua cenderung memaksa anak untuk beprestasi di sekolah, si anak rentan depresi dan merasa tertekan.

Nah, seperti dirangkum detikHealth, berikut ini cara-cara memotivasi anak agar berprestasi di sekolah, tanpa membuat mereka merasa tertekan dan depresi.

Baca juga: Anak Jangan Bawa Ransel Sekolah Terlalu Berat

1. Tetapkan target yang realistis

Menetapkan target nilai anak penting. Namun ingat, target yang dibuat bukan berdasarkan apa yang diinginkan orang tua, tapi target yang dibuat sendiri oleh anak. Demikian disampaikan psikolog anak dan remaja Ratih Zulhaqqi.

"Biarkan anak punya target nilainya sendiri. Tapi misal dia kok target nilainya rendah banget misal cuma 5 atau 6, boleh orang tua menggali dan mendorong anak apa nggak pengen punya target yang lebih tinggi lagi. Tapi sekali lagi, bukan memakai target si orang tua ya," tutur Ratih.

2. Beri apresiasi

Apresiasi penting diberikan ketika anak berhasil mencapai prestasinya. Psikolog anak dan remaja Vera Itabliliana mengatakan sebaiknya apresiasi pada anak tidak berupa uang. Barang, jalan-jalan, atau semacam pujian saja sudah ampuh membuat anak merasa diapresiasi.

"Apresiasi terutama yang agak besar misal dibelikan barang yang sesuai kebutuhannya atau jalan-jalan, bisa diberikan pada anak ketika memang mereka butuh effort tinggi untuk mencapai prestasi itu. Tapi kalau effort-nya biasa aja, memberi pujian saja sudah cukup kok," kata Vera.

3. Terus dukung anak

Kegagalan lumrah dialami anak-anak saat mencoba sesuatu dan ini bisa membuatnya putus asa dan tak mau mencoba. Untuk itu, ketika anak mengalami kegagalan, sudah seyogianya orang tua tetap memotivasi sang anak dan tanamkan bahwa ketika sekali mengalami kegagalan, bukan berarti anak akan selalu gagal.

Jane Lunnon dari Wimbledon High School menekankan pentingnya orang tua memberi ruang bagi anak untuk mengembangkan kemampuannya. Namun ketika ia mengalami kegagalan, dukungan tanpa henti dari orang tua ampuh membuat anak tak putus asa dan tetap mau mencoba.

Baca juga: Mental yang Tidak Sehat Sebabkan Anak Suka Mem-bully Temannya

(rdn/vit)