Libatkan si Kecil Saat Memilih 'Calon' Sekolahnya, Perlukah Dilakukan?

ADVERTISEMENT

Libatkan si Kecil Saat Memilih 'Calon' Sekolahnya, Perlukah Dilakukan?

Radian Nyi Sukmasari - detikHealth
Minggu, 17 Jul 2016 10:05 WIB
Foto: thinkstock
Jakarta - Saat memilih sekolah untuk buah hati, kadang kala ada orang tua yang melibatkan buah hatinya. Misalnya saja saat anak akan masuk preschool atau Sekolah Dasar (SD) mereka pun diajak ikut memilih calon sekolahnya.

Menanggapi hal ini, psikolog anak dan keluarga Anna Surti Ariani MPsi mengatakan boleh-boleh saja orang tua melibatkan anak ketika akan memilih sekolah. Namun, anak tidak diajak ke semua calon sekolah yang sudah dipilih, demikian disampaikan wanita yang akrab disapa Nina ini,

"Misalnya milih 10 sekolah, jangan sepuluh-sepuluhnya ditawarkan ke anak terus gimana pendapat dia. Pilih dua atau tiga saja. Nah, dari dua atau tiga itu anak bisa diajak melihat bagaimana sekolahnya. Kalau ada free trial, diikutkan juga nggak apa-apa," tutur Nina saat berbincang dengan detikHealth.

Kemudian, cek juga apakah memang sistem pembelajaran di sekolah itu bisa diikuti oleh anak. Faktor biaya pun penting diperhatikan. Sehingga, sebelum mengajak anak memilih calon sekolahnya, pastikan tawaran yang disodorkan ke anak benar-benar sekolah yang biayanya bisa dijangkau oleh orang tua.

Baca juga: Studi: Belajar di Ruangan Bercat Terang Bikin Konsentrasi Anak Lebih Baik

"Cermati juga apakah nantinya anak kita dengan gurunya ini oke. Dalam artian bisa match antara anak dan gurunya. Ada chemistry-nyalah ibaratnya," kata Nina.

Dikutip dari buku 'Anti Panik Mengasuh Anak 0-3 Tahun' karangan TigaGenerasi, psikolog pendidikan Rafika Ariani, MPsi, mengungkapkan ada tips dan trik yang bisa dilakukan orang tua dalam memilih sekolah anak. Wanita yang akrab disapa Fika ini mengatakan carilah kelompok bermain yang dekat dengan rumah atau tempat kerja Anda.

Kemudian pelajari metode pendidikan yang digunakan oleh sekolah itu dan sesuaikan dengan karakteristik juga kebutuhan anak. Misalnya anak yang mudah lelah sebaiknya disekolahkan di kelompok bermain yang waktu kegiatannya sebentar. Kemudiam, kunjungi kelompok bermain pilihan bersama anak dan ajak anak untuk berdiskusi serta memilih sekolahnya.

"Ingat pula bahwa tas anak harus seringan mungkin. Isinya misalnya saja snack, baju ganti, dan air minum. Itu cukup," kata Fika.

Baca juga: 5 Cara Mendidik Anak Agar Bisa Mandiri


(rdn/vit)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT