Minggu, 17 Jul 2016 11:09 WIB

Awas! Keseringan Nonton TV, Anak Bisa Punya Kepadatan Tulang Lebih Rendah

Firdaus Anwar - detikHealth
Foto: thinkstock
Jakarta - Pertumbuhan anak tak hanya ditentukan oleh nutrisi saja, tapi juga aktivitas fisik. Anak yang jarang bergerak dikatakan dapat mengalami gangguan pertumbuhan dan ini terbukti dari studi yang menemukan kepadatan tulang anak yang sering menonton televisi (TV) lebih rendah dari umumnya.

Data 1.000 anak-anak di Australia menunjukkan ketika aktivitas menonton TV dilakukan lebih dari 14 jam dalam seminggu, ketika dewasa kepadatan tulang mereka akan terpengaruh. Bila gaya hidup tersebut terus diterapkan maka bisa berujung pada kondisi terjadinya osteoporosis (pengeroposan tulang).

Baca juga: Studi: Anak-anak yang Malas Bergerak Berisiko Penyakitan

"Duduk menonton televisi terlalu lama membawa dua hal, pertama membuat diri menjadi tak aktif jadinya kita tak merasakan manfaat dari aktivitas fisik. Dan kedua karena membuat kita diam selama beberapa waktu, studi melihat ada respon fisiologis merubah tatanan kimia badan yang membuat tulang bisa tetap kuat," kata dr Sebastien Chastin dari Glasgow Caledonian University mengomentari studi, dikutip dari Reuters, Minggu (17/7/2016).

Kepadatan tulang seseorang rata-rata mencapai puncaknya di usia 22 tahun. Oleh karena itu untuk membangun tulang yang kuat penting nutrisi dan stimulasi diberikan saat masih dalam masa pertumbuhan.

dr Chastin mengatakan contoh olahraga yang baik untuk stimulasi tulang adalah lari bebas.

"Seringnya sulit untuk membuat orang tua dan dokter menyadari implikasi jangka panjang dari duduk diam (di rumah, sekolah, dan kantor -red). Masyarakat sekarang sangat tertarik pada sesuatu yang membutuhkan aksi segera, bukan sesuatu yang baru akan terjadi 20 tahun mendatang," komentar ahli lainnya Natalie Pearson dari Loughborough University.

Baca juga: Aktivitas Fisik Bisa Bantu Otak Anak Prima di Bidang Akademis


(fds/vit)