Selasa, 02 Agu 2016 09:08 WIB

Pekan ASI Sedunia

Perhatikan 4 Saran Ini Agar Bisa Memberikan ASI Eksklusif pada si Kecil

Nurvita Indarini - detikHealth
Foto: thinkstock Foto: thinkstock
Jakarta - Memberikan air susu ibu (ASI) secara eksklusif tampaknya mudah, tinggal menyodorkan payudara ibu ke mulut si kecil. Tapi ternyata tidak semudah yang dibayangkan. Ada kendala dan tantangan tersendiri yang perlu ditaklukkan.

Ibu bisa saja tergoda untuk memberikan susu formula kepada bayinya ketika puting payudaranya lecet sehingga pedih luar biasa saat bayinya menyusu. Atau ketika produksi ASI menurun, mungkin terlintas memberikan susu formula pada bayi.

Memberikan ASI secara eksklusif bukan tugas ibu semata. Ibu perlu dukungan dari suami, keluarga, teman dan tempat kerja. Agar ibu bisa memberikan ASI secara eksklusif, WHO dan UNICEF memberikan beberapa saran, seperti dikutip dari situs WHO. Berikut ini saran-sarannya:

Baca juga: Diberi Empeng Sebelum Umur 1 Bulan, Anak Bisa Alami 'Bingung Puting'

1. Lakukan Inisiasi Menyusui Dini

Inisiasi menyusui dini (IMD) yang dilakukan di jam pertama kehidupan si kecil bisa membantu kesuksesan proses pemberian ASI. Ini sebenarnya bukan perkara ASI keluar atau tidak pada saat IMD.

dr Utami Roesli, SpA, IBCLC, FABM, dari RS St Carolus Salemb beberapa waktu lalu menuturkan salah satu penyebab gagalnya program menyusui adalah kurangnya pemahaman ibu soal IMD. Selai itu, yang terpenting dalam IMD adalah bagaimana bayi belajar menyusu.

2. Jangan Tambahkan Asupan Apapun pada Bayi

Jika bayi belum berusia enam bulan, sebaiknya jangan berikan asupan apapun pada si kecil, melainkan ASI saja. Bahkan air saja jangan diberikan kepada bayi.

Sebelum berusia enam bulan, umumnya sistem pencernaan di tubuh bayi belum matang benar. dr Meta Hanindita SpA, menuturkan ketika nekat memberi asupan selain ASI sebelum usia 6 bulan tanpa ada indikasi tertentu, ada kondisi paling gawat yang bisa terjadi yaitu invaginasi atau intususepsi. Kondisi ini di mana suatu segmen usus masuk ke dalam bagian usus lainnya sehingga menimbulkan berbagai masalah kesehatan serius.



Jika hendak memberikan asupan tambahan sebelum bayi berusia enam bulan, hendaknya dikonsultasikan ke dokter. Selain itu asupan lain bisa mmbuat bayi kenyang, sehingga frekuensi menyusu pada ibunya jadi berkurang.

3. Menyusui Sesuai Permintaan si Kecil

Kapanpun si kecil menginginkan menyusui, baik siang maupun malam, ibu disarankan untuk memberikan ASInya. Karena pada dasarnya, ASI diproduksi sesuai 'permintaan'. Semakin sering ASI dikeluarkan, semakin sering ASI diproduksi, semakin banyak juga jumlahnya.

4. Jangan Gunakan Botol

Pemberian ASI perah untuk bayi tidak disarankan menggunakan botol. Selain itu bayi di bawah satu bulan juga tidak disarankan menggunakan empeng atau pacifier. Alasannya untuk mencegah bayi bingung puting saat menyusu langsung di payudara ibu.

dr I Gusti Ayu Nyoman Partiwi SpA menuturkan ketika anak menyusu menggunakan botol dot, maka yang bekerja mengisap susu hanya otot di rongga atas mulut aja. Sehingga, ketika anak memakai botol dot kemudian menyusu langsung, dia kesulitan untuk mengosongkan payudara ibu.

Untuk memberi ASI perah pada si kecil, dr Jeane-Roos Tikoalu SpA, IBCLC dari RS Pondok Indah-Puri Indah, menyarankan menggunakan cangkir.

Baca juga: Ini Sebabnya Pemakaian Botol Dot Bisa Bikin Bayi Bingung Puting

WHO menuturkan ASI adalah makanan pertama alami untuk bayi. ASI cukup memberikan semua energi dan nutrisi yang dibutuhkan bayi untuk bulan-bulan pertama kehidupannya, bahkan sampai anak berusia dua tahun atau lebih. Di mana ketika anak berusia enam bulan, perlu diberi MPASI.

(vit/vit)