Karena 'Insiden' Tak Terduga, Berbotol-botol ASI Perah Terbuang Sia-sia

Karena 'Insiden' Tak Terduga, Berbotol-botol ASI Perah Terbuang Sia-sia

Radian Nyi Sukmasari - detikHealth
Rabu, 10 Agu 2016 11:06 WIB
Karena Insiden Tak Terduga, Berbotol-botol ASI Perah Terbuang Sia-sia
Foto: Thinkstock
Jakarta - Memerah ASI menjadi tantangan tersendiri bagi ibu. Sehingga, wajar adanya jika ibu sedih bahkan kecewa ketika tak sengaja, ASI yang sudah diperahnya harus terbuang. Misalnya saja karena basi atau tumpah.

Hal ini salah satunya dialami oleh pembaca detikHealth bernama Mitha. Ibu satu anak itu mengisahkan, meski produksi ASI-nya tak telalu banyak, tapi dirinya berusaha memerah ASI sebanyak mungkin ketika cuti melahirkan. Hingga akhirnya, ia berhasil 'menabung' ASI sampai 1 kulkas penuh.

Belum lagi pekerjaan yang mengharuskan Mitha berangkat pagi dan pulang malam, membuat ia harus berjuang mengumpulkan tetes demi tetes ASI perah bagi putrinya. Hingga tiba suatu hari di mana Mitha menemukan genangan air di dekat freezer khusus menyimpan ASI perah (ASIP).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ternyata kabel freezer-nya kecabut. Nggak tahu gimana bisa kayak gitu tapi mungkin ada yang nyandung atau gimana jadi copot. Dan setelah saya buka, semua ASIP sudah meleleh semua, nggak bisa kepakai. Itu nangisnya tujuh turunan," kata Mitha mengenang bagaimana sedihnya ia kala itu.

Karena kesedihannya harus membuang berbotol-botol ASIP, Mitha sampai menangis berhari-hari. Namun lambat laun, ia mulai bisa menerima kenyataan yang terjadi. Selain melakukan hal yang bisa membuat hatinya senang, sebagai penebus rasa bersalahnya Mitha juga meminta maaf pada sang putri.

Baca juga: Kelebihan dan Kekurangan Perah ASI dengan Tangan Maupun Breastpump

"Drama bangetlah waktu itu. Saya bilang ke si kecil 'Maaf ya ASI-nya dibuang. InshaAllah kalau ada rezeki lagi ya Kak'. Terus saya pasrah dan me-move on-kan diri. Walaupun tiap liat breastpump atau kulkas langsung keinget sedihnya harus membuang berbotol-botol ASIP," kata Mitha.

Sedikit berbeda dengan Mitha, pembaca detikHealth lainnya, Dessy juga terpaksa membuang ASIP-nya. Kali ini, karena pesawat yang ditumpangi Dessy mengalami keterlambatan dan ia tidak membawa ice gel. Dessy mengisahkan, sekitar bulan Mei lalu, dirinya harus ke Malaysia untuk urusan pekerjaan selama dua hari satu malam.

Namun, ketika berangkat, maskapai yang ditumpangi Dessy tak membolehkan penumpang membawa ice gel ke dalam kabin. Sehingga, dengan terpaksa Dessy tak membawa ice gelnya. Setiba di Malaysia, Dessy sempat memerah ASI dan mendapat sekitar 6 botol ASIP dengan isi masing-masing botol 150 ml.

"Sampai perjalanan pulang, saya check in sudah dari siang. ASIP kan aman ya 8 jam di suhu ruang. Awalnya dihitung-hitung amanlah saya sampai Jakarta nggak sampai 8 jam. Tapi ternyata, pesawat delay 2 jam dan jadinya ASIP saya kan ada di suhu ruang lebih dari 8 jam. Saya juga nggak bawa ice gel karena dari berangkat udah disita ibaratnya. Ya sudah mau gimana lagi, ASIP-nya basi dan nggak bisa saya selamatkan, akhirnya saya buang. Sedih sih pasti. Tapi mau gimana lagi kan," tutur Dessy.

Baca juga: Studi: Bayi Prematur yang Minum ASI Punya Jantung yang Lebih Kuat


(rdn/vit)

Berita Terkait