Anggota Satuan Tugas Imunisasi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), dr Soedjatmiko, SpA(K) mengatakan bahwa vaksin palsu yang beredar tidak secara langsung memberikan dampak berbahaya. Kandungan yang ditemukan, termasuk di antaranya infus NaCl, dinilai masih aman bagi anak.
Namun demikian, dr Soedjatmiko mengatakan bahwa anak yang mendapat vaksin palsu tidak memiliki kekebalan sebagaimana yang diharapkan. Oleh karena itu, imunisasi ulang perlu dilakukan jika orang tua curiga anaknya mendapat vaksin palsu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tidak apa-apa. Don't worry handayani," tegas dr Soedjatmiko berseloroh.
Selengkapnya tentang vaksin palsu dan berbagai dampak yang menyertainya bisa disimak dalam video Bincang Sehat berikut ini:
(up/vit)











































