Jumat, 12 Agu 2016 10:34 WIB

Kurang Gizi di 1.000 Hari Pertama Kehidupannya, Anak Bisa Tumbuh Pendek

Puti Aini Yasmin - detikHealth
Foto: thinkstock Foto: thinkstock
Jakarta - Seribu hari pertama kehidupan (HPK) anak merupakan masa emas untuk menentukan masa depannya. Sehingga, saat anak mengalami kekurangan gizi di masa tersebut, diyakini bisa berdampak buruk pada IQ dan tinggi badan anak.

"Dari data di Indonesia, kita mengalami dua masalah yaitu gizi kurang dan gizi lebih. Untuk gizi kurang kebanyakan menyebabkan anak-anak pendek, dan Indonesia menjadi negara nomor 5 penyumbang manusia pendek di dunia," tutur Dr dr Damayanti Rusli Sjarif, SpA(K).

"Sebesar 40 persen anak di Indonesia itu pendek, ini adalah masalah kita bersama. Waktu membentuk (gizinya) itu hanya dua tahun," sambungnya.

Tak hanya itu, kurang gizi juga berimbas pada IQ anak. dr Damayanti mengatakan sebuah penelitian menyebutkan anak yang mengalami gizi buruk pada 1.000 HPK-nya, meski mendapat perbaikan di kemudian hati, tapi saat berumur 14 tahun otaknya tidak bisa tumbuh dengan optimal.

Baca juga: Studi: Gen Pembawa Autis Juga Pengaruhi Tinggi IQ Anak

"Penelitian ini juga menunjukkan 96 persen responden yang mengalami gizi kurang, pada usia 40 tahun IQ tertinggi yang diperoleh hanya 90. Ini artinya 'kepintarannya' sampai kelas 3 SD," sambung dokter yang praktik di RS Cipto Mangunkusumo ini.

dr Damayanti juga mengingatkan bahwa kurang gizi yang menyebabkan anak tumbuh pendek (stunting) memiliki efek jangka pendek dan jangka panjang. "Efek jangka pendeknya anak mengalami penurunan fungsi kognitif sedangkan jangka panjangnya dia akan mengalami obesitas dan penyakit regeneratif," kata dr Damayanti.

Baca juga: 6 Pengaruh Tinggi Badan Terhadap Kesehatan Tubuh


(rdn/vit)