Anak Selalu Mengadu ke Orang Tua Saat Ada Masalah di Sekolah, Wajarkah?

ADVERTISEMENT

Anak Selalu Mengadu ke Orang Tua Saat Ada Masalah di Sekolah, Wajarkah?

Radian Nyi Sukmasari - detikHealth
Jumat, 12 Agu 2016 12:02 WIB
Foto: ilustrasi/thinkstock
Jakarta - Setiap kali ada masalah yang dia alami di sekolahnya, anak akan mengadu pada orang tuanya. Nah, sebenarnya apakah hal ini wajar dilakukan anak?

"Ngadu ke orang tua apa yang terjadi di sekolah sebenarnya wajar. Apalagi kalau kasusnya sampai dia mendapat kekerasan dari gurunya. Pada dasarnya memang anak mesti menceritakan apa yang dia lewati sepanjang hari ya ke orang tuanya," kata psikolog anak dari TigaGenerasi, Fathya Artha Utami, MPsi, Psikolog.

Apalagi, lanjut Fathya, cukup banyak kasus kekerasan seksual yang telat diketahui karena anak 'telat' memberi tahu pada orang tua apa yang ia alami. Hanya saja, Fathya menekankan jangan sampai mengadu yang dilakukan anak dijadikan anak sebagai cara untuk mendapat pembelaan dan membuat ia manja.

Hal ini pun tak terlepas dari bagaimana reaksi orang tua ketika mendapat aduan anak. Fathya mencontohkan, misalkan anak mengadu dipukul oleh temannya lantas orang tua tak meng-kroscek lagi apa sebab anak sampai dipukul temannya, tapi kemudian orang tua justru memarahi balik teman sang anak.

Baca juga: Pada Anak Ber-IQ Tinggi, Tayangan Kekerasan Berdampak Lebih Buruk

"Harusnya orang tua mengkroscek dulu kenapa kok anaknya sampai bisa dipukul? Kemudian dia kroscek juga ke teman si anak. Sehingga tahu duduk permasalahannya apa," tambah lulusan Universitas Indonesia ini saat berbincang dengan detikHealth.

Seiring bertambahnya usia, ketika anak memasuki masa remaja memang kebiasaan mengadu ini bisa berkurang. Sebab, identitas anak baru mulai terbentuk dan secara natural ia lebih menjauh dari orang tuanya dan justru lebih dekat dengan teman-temannya.

"Frekuensi mereka ngadu ke ortunya bisa berkurang karena mereka sudah bisa menyelesaikan masalahnya sendiri. Tapi kembali lagi, bagaimana cara mereka menyelesaikan masalah, itu terbentuk dari apa yang diajarkan orang tuanya. Misal orang tua biasa menyelesaikan masalah dengan kekerasan, ya anak bisa pakai kekerasan untuk menyelesaikan masalahnya," papar Fathya.

Baca juga: Kekerasan Mental Pada Anak-anak Bahayanya Seperti Kekerasan Fisik

(rdn/vit)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT