Kasus Arya Permana bocah 10 tahun dari Karawang, Jawa Barat, dapat menjadi cermin betapa seriusnya masalah obesitas pada anak. Di usia yang masih belia Arya menghabiskan sebagian besar waktunya berdiam diri karena tak mampu menggerakkan tubuhnya yang pernah mencapai bobot 190 kilogram.
Tentu Arya tidak sendiri, menurut data yang dikumpulkan oleh Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) pada tahun 2013 setidaknya di Indonesia ada sekitar 15% anak yang mengalami obesitas.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: Ini Pentingnya Membiasakan Anak Menyukai Manis Buah
1. Beri Contoh
Para ahli percaya bahwa salah satu cara kuat mendorong anak untuk makan sehat dan aktif bergerak adalah apabila orang tua melakukan hal yang sama. Perubahan pola makan dan aktivitas akan lebih mudah diterima anak bila semua anggota keluarga juga menerapkannya.
Riset menemukan bahwa anak perempuan akan lebih berisiko mengalami obesitas 10 kali lipat di usia 8 tahun apabila ibunya juga obesitas. Sementara itu anak laki-laki akan lebih berisiko mengalami obesitas enam kali lipat di usia 8 tahun apabila ayahnya juga obesitas.
2. Dorong olahraga
Rekomendasi olahraga untuk anak-anak adalah 60 menit setiap hari. Aktivitas tak harus dilakukan sekaligus, bisa juga menyicil sepanjang hari dengan bermacam-macam kegiatan.
Anak gemuk tak harus melakukan olahraga ekstra karena lemak yang ada akan terbakar dengan sendirinya akibat ia membutuhkan energi lebih banyak melakukan aktivitas yang sama.
Mengganti kendaraan dengan sepeda atau jalan kaki untuk melakukan perjalanan kecil seperti ke warung atau ke taman dapat menjadi cara yang bagus membuat anak bergerak.
![]() |
3. Perhatikan pola makan
Anak-anak sama seperti orang dewasa harus ditargetkan minimal mengonsumsi 5 porsi buah dan sayur setiap hari. Jus buah bisa diberikan namun jangan berlebih cukup satu porsi sehari karena kandungan gula di dalamnya dapat meningkatkan risiko kerusakan gigi.
Hindari memberikan anak minuman-minuman manis karena menurut ahli sebagian besar kalori ekstra datang dari situ.
Berikan makanan dengan porsi yang sesuai dan apabila anak memang sudah kenyang jangan dipaksakan untuk menghabiskan makanan yang tersisa di piring.
4. Tidur cukup
Tidur sangat penting untuk anak karena saat itu lah hormon pertumbuhan dilepaskan. Apabila anak kurang tidur maka selain mengganggu pertumbuhan dirinya juga akan lebih berisiko mengalami obesitas seperti yang telah ditemukan oleh beberapa studi.
Pastikan anak mendapat waktu tidur yang cukup sesuai usianya.
Bila malam tiba batasi paparan layar elektronik seperti televisi atau smart phone pada anak karena cahaya dapat mengganggu produksi hormon tidur membuat lebih sulit terlelap.
5. Bicarakan dengan anak
Ahli diet anak Aisling Pigott dari British Dietetic Society mengatakan penting bagi orang tua untuk berbicara dengan anak sedini mungkin pentingnya menjaga makanan.
"Buat diskusi terbuka mengenai menikmati makanan, buang fokus pembicaraan dari bentuk tubuh lebih ke arah kesehatan. Jangan menggunakan kata negatif seperti gemuk dan jelek ke anak serta jangan berbicara mengenai batasi atau jauhi makanan tertentu karena hal itu hanya akan membuat anak lebih menginginkannya," kata Pigott. (fds/vit)












































