Selasa, 23 Agu 2016 19:01 WIB

Bayi Terbiasa Minum ASI Perah, Adakah Pengaruhnya?

Ajeng Anastasia Kinanti - detikHealth
Foto: ilustrasi/thinkstock
Jakarta - Bagi para ibu bekerja yang tidak bisa menyusui secara langsung, pemberian ASI perah tentu menjadi andalan. Ada yang bilang kebiasaan ini merugikan bayi karena kandungan nutrisi ASI itu sendiri bisa menurun. Benarkah demikian?

Dokter spesialis anak dari RS Pondok Indah, dr Yovita Ananta, SpA, IBCLC, MHSM, menjelaskan bahwa hal tersebut tidak sepenuhnya benar. Kandungan gizi ASI dari proses menyusu langsung maupun ASI perah sama saja, asalkan disimpan dengan benar dan bersih.

"Kandungan gizinya sama. ASI perah itu sama baiknya kok kandungan gizinya dengan ASI yang diberikan langsung. Yang terpenting ibu menyimpannya benar dan tempatnya bersih," ujar dr Yovita kepada detikHealth beberapa waktu lalu.

Baca juga: Agar Bayi Tak 'Kaget', Perhatikan Hal Ini Saat Akan Memulai Fase MPASI

Ia mengingatkan bahwa ASI perah bisa disimpan selama 4-6 jam dalam suhu ruang, 24 jam dalam coolbox yang dilengkapi dengan ice gel, dan 5 hari di dalam kulkas bawah atau chiller.

Nah, mengamati hal ini, dr Yovita mengharapkan sebaiknya kantor-kantor menyediakan tempat dan fasilitas memerah ASI bagi para ibu menyusui. Termasuk tempat memerah dan menyimpan ASI.

"Kita dukung para ibu-ibu yang mau tetap bekerja namun juga mau memberikan ASI bagi buah hatinya. Jangan khawatir karena kandungan nutrisinya tetap sama," imbuh dr Yovita.

Baca juga: Apa Tandanya Anak Kekurangan Asupan Zat Besi? Ini Kata Dokter


(ajg/vit)