Sabtu, 10 Sep 2016 14:12 WIB

Begini Cara Latih Anak Mengenal Rasa Kenyang untuk Cegah Makan Berlebihan

Puti Aini Yasmin - detikHealth
Foto: ilustrasi/thinkstock
Jakarta - Bukan rahasia lagi jika makan berlebihan menjadi salah satu faktor risiko obesitas. Pada anak, makan berlebihan bisa dicegah dengan melatih si kecil mengenali rasa kenyang. Salah satu caranya, dengan menerapkan pola hidup sehat sejak dini.

Psikolog anak Najeela Shihab atau akrab disapa Ela mengatakan, pengenalan pola hidup sehat yang bisa membuat anak mengenal tubuhnya bisa dilakukan melalui aktivitas menyusu. Saat menyusu, dikatakan Ela anak bisa belajar mengetahui porsi asupan yang tepat untuk dirinya.

"Saat menyusu, anak akan belajar memilih porsi asupan yang tepat untuk dirinya. Karena saat menyusu, ibu nggak maksain anak harus menyusu ASI berapa mililiter. Dengan begitu, kita mengajari anak mengenal tubuhnya sendiri," tutur Ela usai Health Agent Award 2016, di Conclave, Jalan Wijaya 1, Jakarta Selatan, baru-baru ini.

Ela juga menyinggung jika saat ini tak sedikit orang tua yang mengganti makna asupan makanan pada anak. Contohnya, dengan menjadikan makanan sebagai hadiah ketika anak bisa melakukan sesuatu, menurut Ela bukan tak mungkin anak bingung terhadap esensi makanan itu sendiri.

"Karena nggak tahu esensinya, anak banyak yang menyepelekan makan. Misalnya makan sambil nonton, makan sambil main. Padahal itu bisa membuat anak tidak tahu kapan anak lapar atau kapan anak kenyang," imbuh Ela.

Baca juga: Agar Jadi Kebiasaan, Pola Hidup Sehat Perlu Diterapkan Sejak Dini

Kepada detikHealth beberapa waktu lalu, pakar gizi Rita Ramayulis, DCN, MKes mengatakan kegiatan makan yang dilakukan sambil bermain bisa membuat anak tak kenal kapan ia merasa kenyang. Dikatakan Rita, saat bermain sejatinya anak dalam kondisi lupa. Sehingga, ketika ia disuapi makanan ia pun mau-mau saja.

"Kalau kebiasaan menyuapi anak tanpa si anak menyadari apa yang ia lakukan, emotional eating pun bisa muncul. Emotional eating merupakan kondisi di mana seseorang gemar makan dalam jumlah besar dan tidak mengenal rasa kenyang," terang Rita.

Sementara, psikolog anak dan keluarga Anna Surti Ariani atau disapa Nina menuturkan hindari menyuapi anak sembari menggendongnay dan mengajaknya keliling komplek. Menurut Nina, biasakan anak duduk di meja dan konsentrasi pada piring di hadapannya. Dengan meminta anak fokus pada makanannya, ini juga mengatur emosional anak di mana ketekunan anak dalam menghabiskan makanannya terasah.

Tidak disarankan pula membiasakan anak makan sambil nonton TV. Nina mengatakan, saat makan sambil nonton TV anak tidak sadar berapa banyak makanan yang sudah ia konsumsi. Sehingga, anak tidak kenal kapan dia lapar dan kenyang. Jika ini dilakukan terus, risikonya pun anak obesitas.

Baca juga: Ibu Bekerja, Pola Hidup Anak Cenderung Tidak Sehat (rdn/rdn)